Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kwitansi PBAK FUH Tanpa Kejelasan, Sunir: Kalau Mereka Tidak Tanya, Untuk Apa Kami Menjelaskan

Menjelang tahun ajaran baru, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar rangkaian kegiatan, berupa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang meliputi universitas maupun fakultas. 


Namun, banyak hal unik yang dapat kita jumpai di PBAK tahun ini. Salah satunya, yaitu seluruh peserta PBAK Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) dibuat heran dengan adanya kwitansi yang dibagikan dengan format nama dan jurusan tanpa adanya pungutan biaya. 


Rizka Amalina, sebagai mahasiswa baru jurusan Psikologi Islam, membenarkan bahwa dari panitia PBAK FUH tidak menjelaskan guna kwitansi tersebut untuk apa.

“Seingat saya tidak ada penjelasan, kemaren itu hanya disuruh mengisi nama dan jurusan, setelah itu disuruh nyimpan kwitansi tersebut,” terangnya.


Namun begitu, Ahmad Sunir Ridha selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUH, menjelaskan gunanya kwitansi tersebut adalah sebagai bukti sah telah mendaftar PBAK.

“Ini kwitansi pendaftaran, nah kwitansi ini nontunai atau tidak ada uang pendaftarannya. Ini membuktikan aja bahwa peserta sudah mendaftak PBAK,” ungkapnya saat diwawancarai Tim Sukma pada Kamis (25/08) sore. 


Lanjutnya, Sunir juga menerangkan bahwa ia tidak menjelaskan kepada mahasiswa baru guna kwitansi tersebut kepada mahasiswa baru FUH. 

“Kalau mereka tidak tanya ke kami, untuk apa kami menjelaskan terkait masalah ini, karena di TM kami berikan kesempatan juga untuk bertanya,” tuturnya. 


Dalam sambutannya, Sunir dengan lantang mengatakan bahwa pada acara yang bertemakan "Rental Mental di Era Digital" tersebut tidak ada melakukan pemungutan biaya sepeserpun. 

"Pada PBAK FUH tahun ini tidak ada pungutan biaya sepeserpun," ucapnya saat di podium (27/08).


Rep: Dya dan Aqila

Editor : Marsupilami

9 komentar untuk "Kwitansi PBAK FUH Tanpa Kejelasan, Sunir: Kalau Mereka Tidak Tanya, Untuk Apa Kami Menjelaskan"

  1. Sangat tidak berfaedah. Cuman cari isu biar viral

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bilang kd berfaedah dan pengen viral itu fix panitia. Kwkwk...

      Hapus
    2. Soalnya bukan isu yang janggal, cuman kwitansi aja di beritakan. Fix sih kurang bahan LPM nya. Gimana mau maju

      Hapus
    3. ini isu janggal, kwitansi itu untuk bukti adanya transaksi jual beli. dipake buat pbak ya jelas janggal.

      Hapus
  2. ga ada bahan kah min

    BalasHapus
  3. media mengangkat isu pungli itu sangat menarik, ketika....
    satu, ada bukti keras bahwa memang terjadi pungli, dokumen atau kuitansi yang menunjukkan atau mengarah ke pungli.
    dua, ada oknum yang secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan melakukannya, dengan dalih untuk pembayaran bla-bla (sesuatu yang tidak ada, diadakan).

    artinya, bukan cuman asumsi, tapi bisa dibuktikan.

    tapi, ketika berita yang diangkat tidak berdasarkan data yang jelas. di mana informasi pungli hanya bersifat asumsi yang tidak terbukti. maka saranku, ke depan, para jurnalis mesti belajar dan memaknai sungguh-sungguh 9+1 prinsip dan elemen jurnalisme. karena, tidak ada media yang berkualitas tanpa jurnalis yang juga hebat.

    semangat untuk terus bangun media kampus. semoga bukan hanya kritis, tapi juga didukung dengan data-data dan informasi yang dapat membangun kredibilitas terhadap media.

    BalasHapus
  4. Fix Klarifikasi siih. Karena sangat merugikan.

    BalasHapus
  5. BAGAIMANA LPM SUKMA? BUTUH CARI PANGGUNG

    BalasHapus
  6. YANG JELAS ADA PUNGLI KO GA ADA BERITANYA, YANG GA ADA PUNGLINYA KOK ADA.
    GIMANA SIH LPM.
    KURANG BERITA, ATAU UDAH DI BELI NIH...

    BalasHapus