Jumat, 04 Agustus 2017

2314 Peserta PAHLAWAN di UIN Antasari Banjarmasin



Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) merupakan perubahan dari Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) yang telah ada sejak tahun 2014 hingga 2016 untuk mahasiswa baru. (baca selengkapnya di http://www.lpmsukma.com/2017/04/pbak-akan-menggantikan-nama-opak.html). Perubahan nama dari OPAK menjadi PBAK ini berdasarkan Keputusan Direktoral Jendral Pendidikan Islam Nomor 4962 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Di UIN Antasari Banjarmasin sendiri kegiatan PBAK ini dipopulerkan dengan istilah PAHLAWAN yang merupakan akronim dari Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).



Ketua Steering Commite (SC) Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun ini, Moh. Mahfud menjelaskan, Ada 2314 mahasiswa baru yang berhasil lolos melalui jalur SPAN-PTKIN dan PSB. Jumlah itu belum termasuk dengan calon mahasiswa yang melalui jalur mandiri. Mahasiswa baru tersebut nantinya akan dibagi dalam 30 kelompok pada setiap gelombang.
“Untuk tahun ini ada 3 gelombang PBAK, jadi satu gelombangnya kami bagi menjadi 30 kelompok.” Terang Moh. Mahfud, kepada Tim Sukma Rabu (02/08) via chat.
Kegiatan PAHLAWAN akan berlangsung selama 4 hari, dengan konsep roling dua hari untuk pengenalan di tingkat Universitas dan dua hari lagi untuk pengenalan tingkat Fakultas sama seperti tahun sebelumnya. Ada tiga lokasi kegiatan PBAK tahun ini yakni Auditorium Masturi Jahri, Aula Jafri Zam-Zam dan ruangan di Lakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam.
Masa pengenalan bagi mahasiswa baru ini akan dibuka pada tanggal 17 Agutus 2017 bertepatan dengan upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan masa pengenalan pada tanggal 19 Agustus hingga 30 Agustus.
Sedangkan untuk pendamping kelompok diperkirakan ada sekitar 200 orang yang berasal dari mahasiswa aktif UIN Antasari Banjarmasin. Pihak panitian pun mengaku memberikan pelayanan pro-aktif untuk mengawasi para pendamping, “seperti ketika ada peraturan bagi peserta mengenai pakaian dan etika, kami juga memberikan peraturan kepada para pendamping untuk tidak berpakaian ketat dan untuk tidak mengenakan make-up yang terlalu berlebih, hal ini dikarenakan pendamping merupakan panitia terdekat dengan peserta.” Imbuh Moh Mahfud.
Mahasiswa dari fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam ini pun mengutarakan jika atribut yang dikenakan para peserta berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu para peserta diwajibkan untuk mengenakan pakai berwarna hitam dan putih selama kegiatan berlangsung, untuk tahun ini penggunaan dengan pakaian berwarna hitam dan putih akan tetap dikenakan namun hanya untuk hari pertama kegiatan dan pembukaan sedangkan hari-hari selanjutnya menggunakan pakaian bebas pantas. Serta penggunaan atribut seperti jas almameter bersifat wajib namun tidak lantas harus membeli.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada kepastian berapa jumlah rekapitulasi mahasiswa baru dari semua jalur SPAN-PTKIN-PSB dan mandiri yang akan mengukti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2017.
Rep: si Mbah

Jejak Redaksi

Labels