PBAK Akan Menggantikan Nama OPAK

copy right google.com
Orientasi Pengenalan Akademik dan kemahasiswaan atau yang biasa disebut OPAK akan mengalami perubahan nama. Sebagaimana peraturan yang telah disahkan oleh Kementrian Agama, bahwa sebutan OPAK akan berubah menjadi PBAK yang memiliki kepanjangan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan. 

Mujiburrahman, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, mengaku bahwa perubahan nama OPAK menjadi PBAK ini tidak lah terlalu penting, karena menurutnya yang penting itu adalah isi dari kegiatannya itu sendiri. “Saya lihat selama 10 tahun kebelakang, pelaksanaan OPAK atau sebelumnya sering dikenal dengan nama OSPEK itu banyak menggunakan kekerasan. Pada tahun 2014, saya melakukan perubahan besar-besaran terhadap sistem yang ada dalam OSPEK, dan pada tahun itu pula nama OSPEK diganti nama menjadi OPAK. Perubahan-perubahan mengenai sistem OPAK baru terealisasikan pada pelaksanaan OPAK tahun 2015. Walaupun masih ditemukan kekerasan verbal (marah-marah). Semakin tahun selalu diusahakan agar kekerasan itu akan semakin kecil bahkan hilang. Dan bagi senioran yang masih melakukan tindak kekerasan kepada juniornya, akan dikenakan sanksi yang membuat efek jera kepadanya.” Terang Mujiburrahman saat ditemui reporter Sukma di ruanng kerjanya, Kamis (06/04)

Ia juga menjeskan bahwa perubahan nama ini tidak berkaitan dengan  perubahan status IAIN yang menjadi UIN. “Untuk peraturan akan ada penambahan dan pengurangan saja. Peraturan atau sistem pelaksanaannya yang baru pun saya baca, sudah ada sebagian besar yang telah kita terapkan. Lalu dari pihak kampus juga membuat metode, bahan, bahkan video. Karna kami akan melakuakan inovasi-inovasi untuk menjadikan kegiatan ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dosen yang menjelaskan di kelas sudah diberikan buku panduan dan video yang sama, hanya saja berbeda dalam hal penyampaian. Tahun lalu, saya juga ada membuat film “waja sampai kaputing” yang khusus dibuat untuk OPAK. Saya tidak suka dengan cara-cara senioran seperti junior meminta tanda tangan kepada senior. Itu hanyalah ajang mencari kesempatan. Berhubung kampus adalah lembaga pendidikan, maka hendaknya pengenalan kampus kepada mahasiswa baru dilakukan untuk menciptakan orang-orang yang mandiri, jujur, dan santun. Dalam penanganan OPAK ini kami serius, walaupun tidak sempurna dan masih banyak kekurangan.” Tambahnya panjang lebar. 

Mujiburrahman berharap agar dengan adanya perubahan ini, akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang bermartabat, berkeadilan, dan mencerdaskan tanpa ada kekerasan. Dan akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.  
  
Rep: Lala & Maru-ul
Editor: si Mbah

Pages