CARUT-MARUTNYA LAHAN PARKIRAN


Oleh: Achmad Syafi'e & Norhayati Ziadah

Parkiran merupakan tempat untuk memarkirkan kendaraan, baik itu kendaraan bermotor ataupun mobil. Dimana parkiran sangat berperan penting di suatu kampus hijau IAIN Antasari Banjrmasin. Ditinjau dari kebutuhan mahasiswa dan staf dilingkungan kampus, lahan parkiran bukan hanya sekedar harus luas, tetapi juga harus memperhatikan keamanan dan kebersihannya.

Keberadaan perkiran pun banyak dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa-mahasiswa serta para staf atau dosen. Di kampus ada ini banyak area untuk memarkirkan kendaraan. Diantaranya yaitu, parkiran Khusus Fakultas tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah, halaman depan gedung PSB dan Perpustakaan begitu pun sering dijumpai pula banyak kendaraan yang terparkir dihalaman mesjid serta disamping gedung-gedung.

Begitu banyaknya pilihan tempat parkir yang disediakan, semakin mempermudah mahasiawa-mahasiswi untuk memarkirkan kendaraan mereka. ”Dibandingkan dengan kampus tetangga, IAIN ini jauh tertinggal dalam permasalah lahan parkiran. Coba lihat saja parkiran disana, disana tempat parkirannya tertuju ke satu tempat saja, sehingga bisa terlihat rapi dan tertib” ujar Maria Ulfah (17/12), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan D3 IPII

Saat ditemui diruang kerjanya, Kabak Umum Bapak Abdul Karim S.Sos (17/12) jam 14.15 WITA. Beliau menuturkan terkait masalah lahan parkiran yang sudah tersedia. “sebenarnya tempat parkiran di IAIN Antasari Banjarmasin ini sudah cukup dan memadai. Dimana setiap fakultas sudah mempunyai tempat parkirannya masing-masing, tinggal mahasiswanya saja lagi yang bagaimana memanfaatkan lahan parkiran yang sudah tersedia” keluhnya.

“Kalu dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain, contohnya disana mereka menggunakan sistem bayar parkir, sedangkan di kampus kita menyediakan lahan parkiran yang gratis dan sudah sangat cukup, tetapi tinggal tingkat kesadaran mahasiwa sendiri itu yang masih rendah” katanya.

Menurut DR. Sukarni M.A selaku wakil rektor II bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Kerjasama (AUPK). menjelaskan bahwa Di awal tahun 2014 pihaknya juga pernah mengatur dimana tempat yang boleh di jadikan parkir dan dimana tempat yang tidak boleh di jadikan tempat parkir, namun hal ini tidak bisa berjalan karena terbatasnya lahan yang tersedia. “ kita pernah mengatur pada awal tahun 2014 dimana yang boleh parkir dan imana yang tidak boleh, tapi ternyata ndak bisa karena lahannya tidak mencukupi dengan jumlah kendaraan yang ada.” Jelas beliau saat ditemui selasa (16/12)

Beliau juga menambahkan karena lahan di IAIN ini adalah lahan basah sehingga perlu untuk di uruk atau di timbun tanah terlabih dahulu sebelum di jadikan tempat parkir. Adanya pengurukan lahan basah di fakultas tarbiyah nantinya jika sudah selasai akan di jadikan tempat parkir. Beliau menginginkan nantinya semua parkiran yang ada di depan akan di pindahkan ke belakang sehingga di depan kantor pusat hanya ada parkir mobil dinas saja. “itu nanti setelah selesai akan di jadikan parkir, bahkan nantinya kita menginginkan semua parkir yang di depan itu di pindahkan ke belakang sehingga tidak gunakan parker lagi, di depan kantor pusat itu hanya ada mobil dinas saja. Itu rencana ke depan” beliau menjelaskan panjang lebar.

Pages