"Aksi #Save Meratus Sempat di Tunggangi Motif Politik"





Senin (23/09),  Gerakan Penyelamat Bumi Murakarta (Gembuk) bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, menggelar kegiatan Aksi Akbar bertagar #Save Meratus di Lapangan Dwi warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Aksi tersebut diikuti berbagai kalangan mulai dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, PD Aman Hulu Sungai Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) HST, Gerakan Penyelamat Bumi Murakarta (GEMBUK), Pemkab HST, Wahana Lingkungan Hidup Mahasiswa, hingga Mahasiswa Banjarmasin dan Banjarbaru.

Digelar sejak pukul 9.30  serangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari orasi, pertunjukkan seni dan budaya, hingga deklarasi dan pernyataan sikap.  Abdul Hakim (23 th), koordinator Mahasiswa Banjarmasin dan Banjarbaru, menyampaikan aksi ini merupakan tuntutan terhadap Komitmen Pemda HST untuk memperjuangkab penyelamatan Meratus. “Digelarnya aksi ini adalah untuk menuntut komitmen Pemda HST (Bupati dan DPRD) untuk berkomitmen memperjuangkan penyelamatan Meratus dengan langkah konkrit mengupayakan pencabutan SK dari Kementerian ESDM No. 441.K/30/DJB/2017.”

Ia juga mengungkapkan bahwa di lakukannya Aksi Akbar merupakan bentuk reaksi dari gelora Gerakan Save Meratus yang kurang massif,  “Aksi ini diadakan karena beberapa waktu yang lalu gelora dari Gerakan Save Meratus ini kurang massif dan apalagi waktu pemilu lalu kita tidak menggerakkan masa karena takutnya ada yang menyetir kendali kearah politik.  Disamping hari ini kita aksi mengambil momen Climate Summit (red:perubahan iklim)" ujar Hakim

  Hakim memaparkan sempat terjadi aksi walk out di antaranya mahasiswa Banjarmasin, Banjarbaru dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Amuntai, Tanjung, dan Barabai. Hal ini di karenakan karena ada kepentingan politik.  "Ini aksi atau kampanye? Kalau dari jauh kami datang cuma mendengarkan mereka kampanye buat apa?” ujar  Hakim. Menurutnya dugaan kampanye ini terlihat langsung di lapangan. Hakim juga menjelaskan sempat adanya anggota DPRD yang mengambil alih panggung dan menyampaikan statement untuk memilih calon bupati yang memperjuangkan Meratus. Ia pun menyayangkan hal tersebut, karena dilakukan dalam Aksi, dan unsur dari peserta Aksi tersebut adalah mahasiswa yang wajib menjaga independensinya. “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”.Tegasnya di akhir.

Reporter :
Misfuran dan Noor hayati ka

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Aksi #Save Meratus Sempat di Tunggangi Motif Politik""

Posting Komentar