KOPMA Terancam Ditutup

copyright google.com

“KOPMA tidak bangkrut apalagi sampai di tutup.” Tegas  Rangga Primadani Saputra, Pimpinan Umum KOPMA tahun lalu saat dikonfirmasi tentang beredar kabar kebangkrutan KOPMA (Koperasi Mahasiswa).

Sempat beredar kabar beberpa waktu lalu, bahwa KOPMA akan ditutup beberapa bulan lagi karena mengalami kebangkrutan. Namun hal ini dibantah oleh Rangga, menurutnya KOMPA tempat dirinya belajar sebagai anggota memliki strategi tertentu dalam pengelolaannya. 

KOPMA yang terletak di samping gedung SIAKAD (Sistem Informasi Akademik) ini ternyata tidak digunakan secara cuma-cuma, melainkan ada biaya sewa perbulan yang harus dibayarkan pihak kopma kepada bendahara bagian umum rektorat  sebesar empat ratus ribu rupiah perbulan. Rangga juga menerangkan bahwa pihaknya akan mengutamakan pengeluaran yang lebih penting, seperti biaya oprasional berupa sewa, biaya listrik dan biaya kebersihan. 

Selain adanya biaya oprasional, pihak pengelola KOPMA juga memberikan dana intensif kepada setiap karyawan atas usahanya dalam membantu unit usaha KOPMA. Namun intensif ini tidak wajib diberikan setiap bulannya, karena pengelolaan dana akan tetap mengutamakan pengeluaran biaya oprasional yang lebih penting.

Rangga juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki tanggungan pada pihak bank manapun terkait dengan peminjaman dana.  

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menggunakan dana DIPA untuk pembelian barang pada setiap unit usaha, tapi pihaknya menggunakan dana simpanan wajib dan pokook anggota KOPMA yang merupakan sumber dana KOPMA. Sedang uang DIPA mereka gunakan untuk kegiatan keorganisasian.
                 

Rep: Syifa & Saidati
Editor: si Mbah

Pages