Selasa, 14 Maret 2017

Sukarni : " Perspektif Teologis Banjir ini merupakan Bencana, Kutukan dari Tuhan."

Sumber photo: google


Hujan kembali menyambangi kampus hijau ini. Akibatnya terjadi genangan di beberapa titik wilayah Kampus, seperti jalan utama depan Rektorat, area parkir depan kantor Syari'ah,  area depan kantor Ushuluddin juga beberapa aera di fakultas Tarbiyah.
Menanggapi genangan yang selalu terjadi tiap tahun ini, Wakil Rektor II Bidang  Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Sukarni, mengungkapkan saat ditemui reporter Sukma, Kamis (10/03) di ruang. Bahwa "Banjir itu disebabkan tiga hal, yang pertama tingginya curah hujan, terbatas nya saluran air dan hilangnya resapan. Sedangkan dalam perspektif teologis banjir ini merupakan bencana, kutukan dari Tuhan. Namun tiga hal di atas itu lah yang sangat kita rasakan."
Sukarni juga menerangkan bahwa sudah bermacam usaha dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya yaitu menanam pohon-pohon di fakultas Tarbiyah, namun tak kunjung menuai hasil.
Ia juga memaparkan jika kampus IAIN  ini di kepung oleh pemukiman dan hal ini yang mengakibatkan tidak memungkinkannya membuat aliran sungai  untuk mengatasi genangan air itu karena tidak adanya lahan. Dulu pernah ada pengerukan. Keruk di sini air di sana yang ke sini dan keruk di sana air di sini yang ke sana, air ini kan sifat nya menuju tempat paling rendah. Dan kampus kita rata-rata tempat nya sama rendah nya sehingga air itu akan tergenang dan menyebabkan banjir. Jelas Sukarni panjang lebar.
Sedangkan mengenai rencana agar kedepannya tidak terjadi banjir lagi Sukarni menjelaskan bahwa intinya banjir di kampus kita ini tidak akan bisa diatasi kecuali mengatasi tiga masalah utama yang di atas tadi. Pengerukan memang bisa dilakukan tetapi tidak akan bisa mengurangi banjir.

Rep: Roni. R
Editor: si Mbah

Jejak Redaksi

Labels