Kisah Kejiwaan Seorang Suami

Lpm Sukma

“Marni, kau dimana Marni.” ucap pria berperawakan kurus itu pada tumpukan baju kusam di lantai. Lalu ia bangkit dengan mata liar yang menyapu seluruh isi rumah, seolah tidak ingin sedikit pun debu terlewatkan oleh matanya.

BSukmaBegitulah sepenggal suasana yang tergambar dalam pementasan yang bertemakan “psycho” persembahan dari Sanggar Tasmaq An-Nida (STA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Auditorium Mastur Jahri IAIN Antasari Banjarmasin, Selasa (28/2) malam. Pentas tunggal yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Armiah, serta Forum  Komunikasi Pecinta Seni Kampus (FKPSK) yang menaungi 22 komunitas se-Banjarmasin ini, mengangkat naskah dari Ibrahim AJ Sanggar Bahana dan sukses membuat penonton terbius dalam keheningan serta alunan musik yang bergetar lembut.
Naskah yang dikarakteri oleh Raja atau Fajar STA dan sutradara Jam’i Bramantyo ini diambil dari kisah nyata menceritkan tentang kejiwaan seorang suami yang  terganggu mentalnya sepeninggal isterinya. Selama bertahun-tahun ia terisolir dari dunia luar dan hidup bersama khayalan tentang sang isteri. Dalam pementasan Fajar tidak sendiri, ia ditemani oleh Palui Paluntang atau Hendy yang memainkan peran sebagai seorang pejabat utusan pemerintah.
Siti Rukmana Sari, Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa tema psycho  yang mereka pentaskan ini merupakan karakter yang sulit untuk diperankan, pasalnya dalam pementasan ini para pemain harus menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk berlatih, dari awal Januari hingga akhir Februari.
“Ini merupakan pementasan pertama STA setelah lama vacum tampil di kampus, hanya saja kami sering pentas di Taman Budaya.” beber mahasiswi Bimbingan Penyuluhan Islam ini.
Rukmana berharap semoga dengan adanya pementasan ini dapat memperkenalkan STA pada masyarakat internal maupun eksternal kampus, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
 “Setelah kita lihat penampilan dari teater modern ini, saya merasa terkesima dan senang sekali bisa melihat ini yakni melihat begitu besarnya harapan seorang lelaki terhadap istri tercinta.” Komentar salah satu penonton, Rian Satria Lubis, pada Tim Sukma usai acara.
“Mungkin saya rasa ini cukup memberikan suasana baru bagi kita para pecinta drama dan bisa membuat para mahasiswa berpikir lebih maju lagi, berpikir lebih kritis dan lebih  kreatif lagi untuk menemukan ide-ide baru.” Tambah mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah 2016 ini.
 Rep: rifqa
Edotpr: si Mbah