Senin, 13 Februari 2017

PLUS MINUS PEMILIHAN 2017

ilustrasi pemilwa IAIN Antasari Banjarmasin 13 feb 2017
Ada 2000 surat suara yang diterbitkan pihak Panitian Pemilihan Mahasiswa Fakultas (PPMF) di tahun ini. surat suara ini tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang hampir mencapai 4000 orang. Keputusan pihak PPMF ini cukup berasalan, pasalnya, bercermin dari tahun lalu bahwa jumlah seluruh mahasiswa berkisar 3000 orang, namun yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan mahsiswa hanya sekitar 800 orang. Terang Muhammad Iqbal Firdaus selaku ketua PPMF Tarbiyah dan Keguruan kepada Tim Sukma.
 
Ia juga menambahkan, bahwa Sekitar pukul sembilan waktu setempat pagi tadi terjadi pembeludakan mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam mencoblos. Menghadapi hal tersebut, pihak PPMF merasa kewalahan. Akhirnya keadaan menjadi tidak kondusif dan waktu molor hingga dua puluh menit. 
 
Suraijiah (2016) mahasiswi jurusan Matematika, menuturkan “pemilihan saat ini dari segi pelayanannya cukup baik, untuk antri tidak terlalu lama paling lama 15 menit dan untuk pencoblosan aman terkendali dan pasilitas juga sudah cukup bagus ada lagi sertipikat sebagai penghargaan atas partisipasi sesuatu yang bagus.Karena cuma 15 menit jadi tidak apa-apa mengantri.”
 
Sementara di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam pemilihan berjalan lancar dan kondusif, nampak terlihat Mujiburrahman selaku wakil rektor III yang juga di dampingi oleh Syaugi Mubarrak Wakil Dekan Tiga Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pemilihan ini. Kehadiran para pembesar IAIN ini tak lain bertujuan untuk mengingtkan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam agar turut aktif dalam pemilihan ini. 
 
Berbeda halnya dengan di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, dimana ketua PPMF dikejutkan oleh kabar yang diterima dari ketua PPMI bahwa setiap surat suara yang telah dicoblos seharusnya di tanda tangani oleh ketua PPMF. Namun berita ini baru diterima sekitar pukul 10 waktu setempat. Sedangkan surat suara dibawah jam 10 tidak di tanda tangani oleh ketua PPMF. Raayatuz, ketua PPMF Ushuluddin dan Humaniora merasa khwatir terhadap kerisuhan saat perhitungan nantinya dan juga akan mengakibtakan perselisihan di antara pasangan calon. 
 
Sedangkan di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berdasarkan keluhan Muhammad Fikri Rahmani, mahasiswa jurusan Hukum Keluarga tahun 2016. “Pelaksanaan pemilu tahun ini agak sedikit melelahkan karena antrian yang panjang, tempat tunggu yang kecil dan pengap dan panas tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa fakultas Syariah yang ingin mencoblos. Pelayanan dari PPMF bagus tetapi menurut saya ada satu mengganjal dari keterangan surat suara untuk dema institut, fakultas dan hmj dan hmd kurang jelas, masih membingungkan bagi peserta pemilih ke kotak suara yang disediakan.”
Tim Sukma


Jejak Redaksi

Labels