Selasa, 29 November 2016

LPS AL-Waqar : Lembaga Pengajaran Sederhana Al-Waqar

essai oleh: Rizali Norhadi

Sabtu, 1 oktober 2016. Saya berjumpa dengan kawan-kawan komunitas belajar bernamakan LPS Al-Waqar. Mereka adalah generasi penghuni keresahan intelektual. Gagasan dan kinerjanya sungguh bergelora, hasrat menuntut ilmu penuh gairah, serta semangat persaudaraan yang dilandasi oleh nilai-nilai ke-islam-an.
...
Fenomena keilmuwan di berbagai kampus di Indonesia sejatinya dan seharusnya mesti meningkat dari tahun ketahun. Namun, tak selamanya hal itu bisa terjadi... kenapa? Sebab, tak semua semangat keilmuwan itu tahan mendapat ujian dari alam (Red. Tuhan). Kini generasi muda tumbuh menjadi pengganti dedaunan tua dimasa silam. Ia mengelola tradisi yang berkembang di zamannya. Meski kadang lahir generasi latik-latik (Red. abal-abal). 
Tahun 2016, kampus IAIN Antasari kedatangan lebih dari seribu delapan ratus enampuluh peserta didik baru (Red. Mahasiswa). Mereka kebanyakan berasal dari pedesaan di penjuru Borneo. Bahkan ada yang datang dari Negeri Gajah Putih dan Negeri Padang Pasir. Mereka pun juga berangkat (untuk menggali pengetahuan) dari berbagai latar belakang pengetahuan dan pengalaman keagamaan, kenegaraan, kesenian dan kebudayaan yang berwarna. Alhasil, kampus ku kian mirip pelangi.
Aku sendiri adalah mahasiswa angkatan 2012, yang berarti tahun ini adalah tahun terakhir aku di kampus hijau dan hari ini adalah hari terakhir riset skripsi ku yang resmi. Insyaallah april 2017 aku akan menutup segala kesibukan ku di pondok intelektual ini. Amin, Ya Allah. Doakan ya!
Semenjak kuliah di jurusan komunikasi dan penyiaran islam, saya bertemu dengan berbagai kalangan. Mulai dari pejabat kampus sampai musuh-musuh mereka (Red. Aktivis), mulai dari paman penjual pentol sampai pemateri diskusi tingkat nasional. Hasilnya, aku kian dekat dengan berbagai kalangan. Apa pentingnya buat anda? Jawabannya tidak ada.
...
Semester satu aku jumpa dengan rubrik mata kuliah pengantar filsafat umum, pengampunya adalah Dr. Zainal Fikri, M. Fil,i lulusan luar Nagara (kota di Kal-sel). Beragam materi di diskusikan oleh 24 peserta didik di kelas KPI C itu, 25 bersama sang pengantar. Perbincangan mengenai pemikiran Ibnu Sina perihal pengetahuan manusia dan asal muasalnya adalah perbincangan yang paling hangat kala itu.
Teori tentang pohon yang disinari oleh cahaya matahari menjadi sub bahasan di bergam diskusi pinggiiran. Sebab, ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang mudah digapai, ia terpisah dari pikiran. Hingga, hanya indera yang dapat menjadi pemindainya. Lalu pikiran nan mengelola pengetahuan yang diambil tersebut. Ibnu Sina menyebutnya sebagai hidayah dari Allah.
Diskusi tentang ilmu pengetahuan menyertai ramainya kegiatan kampus, sebab keilmuan berdasarkan kemampuan berpikir. Sementara sastra dan kegiatan kesenian lainnya memperindah kaum intelektual kampusku, sayangnya seni ini tidak mendapatkan respon positif dari pihak kampus. Padahal awal mula kebudayaan adalah karena nilai seni yang ada di hati manusia. Lalu perpaduan antara keresahan hati dan fikiran melahirkan produk berupa peradaban. 
Al-Waqar menghidupkan kembali suasana yang telah sering mati sejak berapa semester ini.

Jejak Redaksi

Labels