Minggu, 11 September 2016

Persma Jadi Ujung Tombak Pergerakan

Taked by LPM SUKMA

Taked by LPM SUKMA

Enam lembaga pers mahasiswa (LPM) terdiri  dari beberapa wartawan kampus seperti LPM sukma, intro, lensa, lentera, jurnal kampus, warta jitu hingga wartawan umum di Banjarmasin turut hadiri undangan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dalam pembahasan “Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-Isu Terorisme”, di Ballroom Hotel Aria Barito, Rabu (31/8).

Menurut Willy Pramudya, dari segi analisis kalian sebagai persmahasiswa (persma) sudah cukup baik akan tetapi ditingkat pengerjaan kalian mesti tingkatkan lagi. Bisa menulis berita dengan benar, bermacam-macam berita kan seperti softnews, straight news, hard news, depth news, feature dan sejak dini kalian mulailah belajar dengan keras agar supaya menulis berita dengan benar sehingga itu bermanfaat bagi pembacanya, di kampus dan masyarakat luas, ungkap anggota dewan pers disela acara selesai.

Tidak lama lagi pasti akan melihat ada perubahaan yang lebih baik di media kampus di kota Banjarmasin ini. Tentu tidak ada jalan lain kecuali bekerja lebih keras dan praktek lebih banyak, harapnya.

Riski anggota LPM Lentera mengatakan, kegiatan ini bermanfaat sekali bagi semua khususnya untuk pers mahasiswa. Apalagi segi pembuatan pemberitaan yang berkaitan dengan terorisme namun waktunya sedikit kurang optimal. Akan tetapi semua itu terbayarkan dengan puas, saat tampil maju ke depan membawakan berita, rasanya sangat bangga sekali bisa menjadi salah satu yang mewakili kawan-kawan persma. Karena sebab itu usaha yang kami lakukan bersama-sama ini akan dilihat oleh masyarakat dan tokoh pers sesungguhnya.

Ditambahkannya, persma saat ini sangat pesat persaingannya dan baik dari segi majalah, bulletin, tabloid dan lainnya. Hal itu membuat saya lebih meningkatkan kualitas diri agar dapat memajukan persma yang lebih baik. Persma sekarang, semoga bisa memberikan informasi yang lebih bermanfaat untuk mahasiswa, kampus dan masyarakat luas maka persma menjadi wakil nyata suara mahasiswa, bebernya. 

Analisis yang kami dapat sangat bermanfaat setelah mengetahui bagaimana pedoman peliputan terorisme. Kita mampu mengevaluasi dan berusaha kritis dalam menanggapi berita di kasus tersebut. Persma di Banjarmasin sudah cukup baik, membaca output dari lpm-lpm lainnya, ucap Arsyal anggota LPM Jurnal.

Sangat senang bisa menghadiri sebuah pelatihan menulis yang notabene ditunjukan untuk wartawan profesional. Hal ini menjadi bekal buat kita yang ada sebagai persma dan agar ke depannya  untuk masuk ke dunia pro. Bahkan kesempatan yang luar biasa tadi dapat memaparkan pemikiran kita ke wartawan profesional, tokoh masyarakath dan tokoh pers nasional. Senang juga bisa dikritik soal performance oleh mereka, ungkap Dini Mizanie anggota LPM Intro.

Dini mengatakan, persma saat ini sudah cukup berkembang dari sisi penggunaan media, khususnya penggunaan media internet sebagai alternatif mereka. Akan tetapi sangat disayangkan, kebanyakan persma melupakan identitasnya sebagai agen perubahan yang kritis tulisannya, namun tetap berada di koridor jurnalistik. Adanya acara ini, persma bisa merefresh mindset untuk lebih peka terhadap masalah bangsa dan kritis mencari solusi, bebernya.

Harapnya, semoga persma ke depan bisa menjadi ujung tombak pergerakan mahasiswa. Tetap peka dan kritis serta selalu meningkatkan kemampuan menulis, tutupnya. (rahim/yunita/lpm-sukma)

Jejak Redaksi

Labels