Emansipasi Tanpa Hilangkan Kodrat Wanita




Ramaikan Sekitaran Jalan Kampus Dalam Rangka Hari Kartini

(Perjuangan seorang wanita terlihat dari pembentukan dirinya sendiri terhadap lingkungan sekitar, misalnya peduli dengan pendidikan).

Sederhananya membangun diri untuk orang lain adalah tak jauh dari sosok yang bernama Raden Ajeng Kartini.  Dimana semua orang mengenal dan berbondong-bondong meramaikan semaraknya Kartini’s Day. Nah, seperti perguruan tinggi IAIN Antasari turut meramaikan hari kartini para UKM ASRI (Anak-Anak Syariah) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam juga serta berkolaborasi langsung dengan Sanggar Bahana Antasari di Taman Hijau (Tajau), Kamis (21/4) sore.
 

UKM ASRI tersebut sangat antusias menyiapkan acara dari pukul 15.00 Wita demi menyambut perayaan Hari Kartini Se-Indonesia yang pertama kali diadakan sebab kegiatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun setelah generasi ke-enam, pada kegiatan Outdour perayaan hari Kartini dengan tujuan bahwa mereka ingin membuktikan bahwa wanita itu tidak harus selalu bergantung dengan laki-laki, wanita juga bisa berbuat sendiri dengan kemandirian mereka tanpa harus melanggar kodrat seorang wanita.  Kegiatan ini bertema “Kartini Modern” dengan Emansipasi Wanita yang sekarang sudah berkembang pesat. 

Para mahasiswa yang menikmati suguhan penampilan tersebut awalnya menduga bahwa UKM ASRI satu acara dengan UKM Sanggar Bahana Antasari karena sedang sama-sama memeriahkan perayaan tersebut. Tapi setelah ditunggu-tunggu UKM Sanggar Bahana hanya sedikit menampilkan kertas-kertas karton atas nama ibu Kartini karena mereka sudah pawai keliling kampus dan jalan raya. Berbeda dari anak-anak ASRI yang menampilkan banyak suguhan di tajau seperti nyanyi, baca Puisi, Orasi Ilmiah, Tari, Madihin, dan Penampilan lagu Hymne ASRI selain mengusung kertas-kertas dukungan pada Ibu Kartini.

Kami tidak mengetahui bahwa Sanggar Bahana juga merayakan Hari Kartini juga mengadakan outdour di tajau, namun ketika Sanggar Bahana datang kami mengapresiasinya secara terbuka dan hal ini tidak pernah direncanakan sebelumnya. Kegiatan ini murni dari kami tanpa ada ancang-ancang kerjasama, tutur Linda Yulianti.

Perempuan  sekarang harusnya memiliki gambaran seperti bunda kartini. Semangat dan perjuangannya menjadi saksi sebagai tiang negara, harapannya sebagai perempuan tetap terus semangat sebagai generasi baru, memiliki pendidikan dan bermasyarakat yang baik, ungkap munawarah, mahasiswi KI-Bimbingan dan Konseling Islam semester 4.

Rahmat Dwi Harjito, Mahasiswa KI-BKI semester 4 juga mengatakan, bangga terhadap aksi yang telah dilakukan oleh mahasiswa ini dalam rangka menyambut hari kartini. Berbagai serangkaian yang ditampilkan melalui seni adalah tanda kepeduliannya terhadap sejarah yaitu perjuangan seorang kartini. Untuk seperti seorang kartini, mungkin sangat jauh untuk kita gambarkan namun perbedaan itu dapat kita bentuk dengan sikap juangnya, harapnya generasi kartini sekarang dapat selaras dengan kehidupan, tutupnya. (rahim/hilal/lpm-sukma)