PMII adakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang ke XXVIII


Bsukma – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang ke XXVIII di Sekre PMII Jl. Hasanuddin km.1, (02/05).

Panitia Pelaksana RTK, M Said mengatakan calon ketua umum terdiri dari tiga orang. Mereka adalah Ahmad Syahrian dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Ahmad Suriani dan Khumaidi Arifin masing-masing dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Acara menurut Said dimulai pukul 09.00 sampai 20.00 Wita. Dalam RTK ini yang berhasil terpilih menjadi Ketua Umum Komisariat PMII IAIN Antasari adalah Khumaidi Ariffin.

Ketua Umum Terpilih, Khumaidi Arifin mengatakan bahwa Ia akan mengembangkan potensi dan kualitas kader PMII Komisariat IAIN Antasari agar mampu berpikir kreatif dan inovatif demi terwujudnya mahasiswa IAIN yang unggul dan berkarakter.
.
Ia menambahkan bahwa Visi nya yaitu untuk mewujudkan  anggota PMII komisariat IAIN Antasari Banjarmasin yang solid, religius, visioner dan mandiri. Sedangkan Misinya yaitu membentuk budaya organisasi yang profesional atas dasar kesadaran dan loyalitas yang tinggi, mengembangkan wawasan, kemampuan dan keterampilan anggota, dan menyelenggarakan kegiatan yang mendukung kegiatan akademik, skill dan kebersamaan untuk mempererat solidaritas dan rasa persahabatan antar anggota PMII.

“Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikanNya. Semoga nantinya saya bisa mengemban amanah ini dengan baik dan bijaksana”. Tuturnya

Salah satu peserta sidang, Halimatussa’diyah mengatakan acaranya sangat menegangkan, Ia bersyukur PMII Komisariat IAIN mendapatkan pemimpin baru yang luar biasa.

"Saya memilih Khumaidi Arifin, karena sebelumnya ia sudah menjadi Ketua Rayon di fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Dilihat dari kinerjanya di rayon sangat bagus sehingga bisa untuk dimajukan ke komisariat," ujarnya. Ia berharap Khumaidi bisa membawa PMII lebih baik dan lebih jaya.

Erlangga juga selaku peserta sidang menambahkan bahwa acara ini terkendala waktu, yang mana waktu skors tidak gunakan sesuai yang telah disepakati.

“Saya memilih Khumaidi Arifin, karena Ia adalah sosok yang tekun, teladan dan aktif dalam PMII, semoga Khumaidi ini bisa mengayomi bawahan dan dapat merangkul sahabat-sahabat agar tetap aktif di PMII". Ucap mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara tersebut.

Beda halnya dengan peserta sidang lain, Andri. Ia mengatakan acaranya bagus, tapi masalah pembangkitan ruh Ahli Sunnah wal Jamaahnya (Aswaja) kurang bagus.

Padahal Andri mengatakan para senioran PMII berucap agar pemimpin mengetahui dasar-dasar Aswaja. "Tapi yang terjadi tadi adalah nilai politik yang ditonjolkan bukan Aswajanya," imbuhnya.

Walau demikian ia berharap pemimpin terpilih ini dapat mengembangkan PMII menjadi lebih baik lagi dan lebih maju lagi. Agar kader-kader yang akan datang menjadi kader yang berkualitas, bukan kuantitas tetapi kulialitasnya yang bagus (Reporter : Mahdiah).