Sabtu, 30 April 2016

Kenangan kenangan yang menjadi masa depanku


Take in Google
 Karya Anna Desliani                                         
Tuhan, kini aku tak sedang berada
di antara kepastian dan kebenarannya
padahal detik detik hariku, selalu meronta-ronta
dalam tubuh yang tak tahu apa apa

Tuhan, meski mereka bicara tentang semua
tapi aku bertahan dengan keberadaanMu
aku percaya pada hadirMu
di mana diriMu selalu terjaga
menatap makhluk-makhluk dan segala suatu
aku percaya pada keberadaanMu
pada adilNya takdir dan keputusanMu

Tuhan, ketika senja tak berkata apa apa
aku hanya diam dalam pena
menatap senja penuh tanda tanya
alangkah indah senjaMu senja ini
ia menatapku kembali
dalam semu
tatapannya seakan bertanya kembali padaku
dan aku terpaku, Tuhan

Tuhan, dalam belaianMu
aku merinduMu
setiap sajak, ku alunkan bersama malam yang dingin
penuh harap dan kepastian
tentang teduh yang berhadir
dalam badai yang berlalu

Tuhan, kembalikan semua pada asal mulanya
ketika kebenaran telah larut menjadi kebohongan
maka kembali, tempatkan kebenaran pada kebenaran
dan kebohongan pada kebohongan

Tuhan, jika aku mampu menjadi air
maka izinkan diriku meneduhkan api api yang membara
yang membakar sungai sungaiMu
yang membakar hutan hutanMu
yang membakar benarnya kebenaranMu

Tuhan, terimalah aku dalam akhir sebuah takdir
bawalah aku hingga ke bukit tertinggi
hingga aku menatap kebenaran bersamaMu

pegatan, 30 april 2016

Jejak Redaksi

Labels