Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inventaris DEMA-U Dikatakan Hilang, KABAG Umum: Seharusnya Barang Milik Negara Dijaga dan Dirawat

Terhitung sejak awal kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Antasari periode 2021-2022, inventaris barang yang disediakan oleh pihak kampus kepada Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dikatakan hilang. 


Hal itu dipaparkan Presiden Mahasiswa (Presma) DEMA UIN Antasari, Ilham. Ia mengatakan bahwa mereka memang tidak memegang inventaris, karena sudah dikatakan hilang pada masa jabatan sebelumnya.

"Iya betul. Jadi jelasnya gini, kami sudah koordinasi dengan DEMA periode sebelumnya tentang inventaris yang ada seperti sound system, printer, bendera dan LCD dari itu semua dikatakan hilang," ungkapnya saat diwawancara online, Minggu (21/11) malam.


Ditanyai mengenai tindakan mereka, Ilham mengatakan sudah melaporkan perihal tersebut kepada pihak yang bersangkutan.

"Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Ibu Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama beliau mengarahkan untuk lapor kepada Kepala Bagian (Kabag) Umum Rektorat agar bisa ditindaklanjuti. Namun, untuk laporan secara tertulisnya belum, tetapi laporan secara langsung (tidak formal) itu sudah kami sampaikan. Intinya kami mau melihat lagi apa saja yang ada dan tidak ada di SC saat ini," jelasnya.


Ia juga sangat menyayangkan perihal hilangnya inventaris tersebut, karena bukan hanya dipakai untuk DEMA-U, tetapi UKK/UKM juga memerlukannya.

"Memang sangat disayangkan hilangnya inventaris ini karena bukan hanya penting bagi kami tapi juga bagi siapa saja yang ingin meminjam. Selain untuk sebagai penunjang kegiatan, inventaris ini juga meminimalisir pengeluaran anggaran kami, tapi saat ini kami harus mengeluarkan anggaran yang cukup banyak karena tidak adanya inventaris tersebut. Semoga kedepannya hal seperti ini tidak terulang lagi karena ini adalah aset bagi pengurus selanjutnya," harapnya.


Diusut lebih lanjut perihal hilangnya inventaris kepada pihak DEMA periode 2020-2021, Syahri selaku Ketua Umum DEMA-U hanya mengatakan bahwa salah satu Ormawalah yang meminjam inventaris tanpa izin dan tidak mengembalikannya.

"Ada salah satu Ormawa yang meminjam, tapi tidak izin dan tidak mengembalikan," ujarnya.


Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Syahri mengenai hal tersebut.


Nuzulul Khair, Kepala Bagian (Kabag) Umum Rektorat turut menjelaskan, bahwa untuk berita kehilangan atau apapun itu, harus dilaporkan secara tertulis.

"Di sebuah perkantoran atau instansi harus menggunakan surat, ketika ingin meminta atau keterangan apapun itu harus ada suratnya secara tertulis, bukan lisan," tegasnya saat diwawancara melalui telepon, Selasa (30/11) siang.


Ia juga memberikan tanggapannya semisal inventaris tersebut benar-benar hilang.

"Kami tanyakan kenapa jadi sampai hilang, seharusnya barang milik negara itu harus dijaga dan dirawat," tutupnya.


Rep: Arunika

Editor: Lanjit

Posting Komentar untuk "Inventaris DEMA-U Dikatakan Hilang, KABAG Umum: Seharusnya Barang Milik Negara Dijaga dan Dirawat"