Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diwacanakan Selesai Dalam Kurun Waktu 3 hari, MTPM Habiskan Waktu 5 Hari

Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin melaksanakan Musyawarah Terbuka Perwakilan Mahasiswa (MTPM) dengan tema "Regenerasi Kepemimpinan Guna Membentuk Kepengurusan yang Unggul Dalam Keilmuan dan Berakhlak Dalam Kepribadian" di Gedung Pusat Sumber Bahasa (PSB), yang dijadwalkan terselenggara pada 31 Mei-2 Juni dan baru berakhir, Jumat (04/06).


Husin Ali, selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), menjelaskan alasan molornya jadwal kegiatan tersebut, di mana ia menyebutkan bahwa mereka mengagendakan 3 hari untuk membahas AD/ART. Namun dikarenakan harus menaati AD/ART yang telah disahkan, maka mereka harus menambah pembahasan GBHO dan GBHK selama 2 hari.

"Sebenarnya kami dari SEMA Universitas sendiri itu mengagendakan acara kita selama 3 hari, namun sebenarnya kenapa jadi kami menambah 2 hari lagi sampai hari jumat, itu dikarenakan agar kami bisa mentaati AD/ART KBM UIN Antasari Banjarmasin yang telah kami sahkan pada hari rabu kemarin. Yang mana dalam AD/ART KBM UIN Antasari Banjarmasin itu mengharuskan kita ketika kita melaksanakan MTPM maka ada 3 agenda di dalam nya, yaitu yang pertama membahas terkait draft AD/ART KBM UIN Antasari Banjarmasin, yang kedua membahas tentang GBHO, yang ketiga membahas tentang GBHK, nah seperti itu, itu alasan kami menambah 2 hari lagi untuk menyelesaikan pembahasan terkait GBHO dan GBHK," paparnya, Jum'at (04/06) malam.


Ia juga menjelaskan bahwa demi kelancaran kegiatan dalam 2 hari tambahan, UKM/UKK juga terlibat dalam penyusunan mekanisme pelaksanaan acara.

"Ya, Alhamdulillah dalam 2 hari tambahan kemarin kami mengadakan acara dengan lancar karena teman-teman dari UKM/UKK sangat kooperatif dan sangat memahami kami jadi mereka membantu menyusun mekanisme bagaimana cara melaksanakan acara kami pada 2 hari tambahan kemarin, jadi acara kami lancar juga itu salah satu faktornya juga karena UKM/UKK dan DEMA yang sangat kooperatif dan sangat membantu," ungkapnya.


Kemudian, mengenai pemberian informasi penambahan hari, ia mengatakan penyampaian dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan melalui surat undangan.

"Alhamdulillah informasi itu kami sampaikan dengan 2 cara, yang pertama kami sampaikan secara langsung pada saat acara kepada UKM/UKK dan DEMA, lalu setelah itu kami sebarkan surat undangan kepada seluruh UKM/UKK dan DEMA melalu grup Whatsapp. Alhamdulillah UKM/UKM dan DEMA sampai hari akhir dapat menghadiri acara kita semua," tuturnya.


Terakhir, Husin juga menanggapi pelaksanaan kegiatan di kampus harus melalui prosedur yang berlaku, ia juga turut menyebut peluang diterimanya pelaksanaan berkegiatan di kampus juga bergantung pada keurgensian kegiatan tersebut.

"Terkait ini, kalau saya pribadi tidak bisa menjawab secara langsung, cuman saya bisa menjawab bahwasanya UKM/UKK dapat langsung berkoordinasi dengan birokrasi kampus, seperti kami terlebih dahulu komunikasikan terkait kegiatan ini, bagaimana mekanismenya dan yang paling penting itu keurgensian kegiatan. Kalau MTPM inikan memang kita tau bahwasanya sudah lama sekali tidak dilaksanakan, mungkin sekitar 6 tahun yang lalu, maka dari itu menjadi latar belakang kenapa kami diberikan izin disini. Namun kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.


Musthofa selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan tanggapannya mengenai pelaksanaan musyawarah tersebut yang menurutnya sudah cukup lancar walaupun masih ada beberapa kendala dalam persiapannya.

"Kalau dari saya pribadi Alhamdulillah dapat berjalan lancar, karena peserta juga mampu bisa bekerjasama dengan baik dan Alhamdulillah sampai saat ini belum mendapat kendala dan juga belum mendapat masalah apapun. Akan tetapi kalau dari segi persiapannya ya biasalah dalam kepanitiaan ada yang kurang, bisa dibilang ada yang gelabakan, dan juga kami kekurangan personil yang bisa hadir secara offline,” ujarnya pada Kamis (03/06).


Walaupun berjalan kondusif, ia juga menyampaikan mengenai kendala dalam kegiatan, seperti jumlah pendelegasian dari pihak UKM/UKK UIN Antasari Banjarmasin yang harus berubah. 

“Sampai saat ini Alhamdulillah berjalan dengan sangat kondusif, namun sempat terkendala mengenai perubahan jumlah delegasi yang awalnya 3 orang, cuman permintaan dalam birokrasi langsung atau Wakil Rektor 3 meminta hanya 1 oran dan alhamdulillah dari UKM/UKK bisa memahami itu," paparnya.


Musthofa juga menambahkan bahwa kegiatan ini pun tidak begitu mudah dapat terlaksana, perlu melalui prosedur yang telah diatur oleh birokrasi kampus agar dapat terlaksana. 

“Yang ditawarkan oleh birokrasi pertama kali yaitu tidak boleh lebih dari 30 orang dan Alhamdulillah dari pihak yang diundang pun tidak pernah full yang berhadir,” tambahnya.


Perwakilan dari UKM Sanggar Musik, Maliana Rahma, menanggapi proses berlangsungnya acara yang dinilainya telah bagus, hanya saja terkendala dengan jadwal yang juga mengalami pengunduran waktu dari yang telah ditetapkan.

"Sebenarnya acaranya bagus, cuman dilihat dari yang dijadwalkan yang seharusnya mulai pada pukul 10 WITA. Tapi mungkin kendala dari panitia sehingga acaranya bisa dibilang lumayan molor," ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (03/06) pagi.


Ia juga mengutarakan harapannya agar seluruh Ormawa (Organisasi Mahasiswa) dapat membangun komunikasi yang lebih baik.

"Harapannya sih yang pertama untuk SEMA, DEMA, UKM/UKK dan yang lainnya agar komunikasinya bisa lebih baik lagi, dikarenakan ada transparansi mengenai AD/ART KBM. Nah untuk pembahasan AD/ART inikan semua dilibatkan, jadi harapan saya UKM/UKK serta SEMA dan DEMA bisa lebih bersinergi lagi," pungkasnya.


Rep: Lf & Nrl

Editor: Lanjit

Posting Komentar untuk "Diwacanakan Selesai Dalam Kurun Waktu 3 hari, MTPM Habiskan Waktu 5 Hari"

Berlangganan via Email