Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Respons Mencuat di Kolom Chat Debat Paslon DEMA-U. Begini Penjelasan Ketua KPM-U Perihal Panelis

Komisi Pemilihan Mahasiswa Universitas (KPM-U) menyelenggarakan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Antasari Banjarmasin 2021, sehubungan dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) pada 9 April mendatang. Acara ini diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (06/04) pagi.


Debat kali ini mengusung tema "Peran DEMA-U dalam Mengoptimalkan Organisasi Mahasiswa yang Aktif, Kreatif & Inovatif di Masa Pandemi". Dengan 3 orang panelis yaitu Sulaiman Kurdi, Yunizar Ramadani dan Muhammad Zidan Jurdiannor.


Dalam keterangannya, Muhammad Fadillah selaku Ketua KPM-U yang sekarang, mengatakan dipilihnya tema tersebut berangkat dari permasalahan sulitnya terjalankan Program Kerja (Proker) UKM-UKK dalam masa pandemi, sehingga diharapkan DEMA-U yang baru dapat hadir dengan mewujudkan tema yang diusung.


"Selama pandemi, banyak UKM-UKK kesulitan menjalankan prokernya karena kandala COVID, maka dengan demikian kami mengharapan kepada DEMA-U yang baru nanti bisa membantu dalam mewujudkan dan mengoptimalkan organisasi mahasiswa yang aktif, kreatif dan inovatif walaupun terhalang karena kendala COVID," ujarnya.


Ia juga mengungkapkan mengapa pihak KPM-U memilih 3 panelis tersebut yang menurutnya sudah disepakati oleh seluruh anggota KPM-U.


"Baiklah, kenapa KPM-U memilih 3 panelis tersebut, karena itu sudah disepakati oleh seluruh anggota KPM-U. Untuk Panelis pertama, bapak Sulaiman Kurdi,  merupakan dosen dan juga  berdasarkan referensi seperti  tahun terdahulu, sebagai panelis. Yang kedua untuk Bapak Yunizar Ramadhani, merupakan seorang yang menjadi aktivis sewaktu kuliah dulu dan juga pernah menjabat sebagai Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin Tahun 2006," ujarnya saat dimintai keterangan melalui WhatsApp pada Rabu (07/04) siang.


Lebih lanjut, Fadillah menjelaskan alasan memilih SEMA sebagai panelis terakhir karena sebagaimana tugas SEMA sebagai mitra kerja DEMA dalam melaksanakan kebijakan organisasi Kemahasiswaan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam).


"Dan yang terakhir. Zidan Jurdiannor, merupakan Ketua SEMA-U tahun 2020/2021. Dan kenapa memilih SEMA karena sebagaimana Tugas SEMA pada SK Dirjen Pendis No.4961 tahun 2016 poin A yaitu sebagai Mitra kerja DEMA dalam melaksanakan kebijakan organisasi Kemahasiswaan PTKI. Dari ketiga panelis tersebut InsyaAllah netral, independen dan tidak dipengaruhi pihak manapun. Serta di Perma (Peraturan Mahasiwa) 04 juga tidak disebutkan bahwa mengharuskan DEMA-U yang menjadi panelis," pungkasnya 


Meski demikan, sejumlah respons dari peserta yang hadir dari Zoom Meeting bermunculan seiring dilaksanakannya acara tersebut. Ada beberapa pihak yang kecewa terhadap KPM-U dalam pemilihan panelis pada debat kali ini.


Salah satunya adalah user dengan nama Rizki Razim, memberikan kritik terhadap pihak KPM-U yang dianggapnya kurang jelas dalam memilih para panelis.


"Sepertinya kesalahan dari KPM-U memilih panelis yang kurang jelas," ujarnya.


Tidak berhenti sampai di situ saja, user lain dengan nama Amang menilai KPM-U harusnya memilih Ketua DEMA terdahulu yang dianggap lebih relevan dalam dijadikan panelis ketimbang Ketua SEMA.


"Ketua DEMA ada, lebih jelas kalo dijadiin panelis dari pada SEMA," ungkapnya pada kolom chat di Zoom Meeting.


Rep: Zured

Editor: Lanjit

Posting Komentar untuk "Berbagai Respons Mencuat di Kolom Chat Debat Paslon DEMA-U. Begini Penjelasan Ketua KPM-U Perihal Panelis"