Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wacana Kuliah Tatap Muka dan Vaksinasi COVID-19, Ini Penjelasan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan


Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin masih menerapkan sistem kuliah online atau daring selama masa pandemi COVID-19. Jelang kurang lebih 1 tahun sistem ini diterapkan, banyak spekulasi muncul mengenai kapan berakhirnya perkuliahan daring ini.


Menelusuri hal tersebut, Hamdan selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan memberikan keterangan mengenai kapan berakhirnya kuliah daring ini.


"Pembelajaran daring ini paling tidak akan berakhir sampai semester genap ini. Sambil menunggu perkembangan COVID-19 dan tingkat pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga dosen dan mahasiswa UIN Antasari. Sampai saat ini vaksinasi di UIN Antasari masih sangat kecil jumlahnya yang sudah, seperti para pejabat dan dosen berusia lanjut," tuturnya pada Selasa (30/03). 


Ia juga tidak membantah wacana kuliah tatap muka yang ingin diterapkan pemerintah pada tahun ajaran baru nanti.


"Ya, Keinginan pemerintah ya seperti itu, tapi dilihat juga keberhasilan tingkat jumlah tenaga pendidik dan mahasiswa yang divaksinasi. Selain itu ada persyaratan lain yaitu kesediaan orang tua mahasiswa. Juga kesiapan kita dalam menyiapkan protokol kesehatan. Sebab walaupun sudah divaksin namun tetap menerapkan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Membatasi interaksi) dan prokes (protokol kesehatan) lainnya," terangnya.

 

Hamdan juga menjelaskan apakah mahasiswa harus melakukan Swab terlebih dahulu atau tidak apabila suatu saat nanti kuliah tatap muka diterapkan.


"Kalau aturan yang dibuat UIN beberapa waktu lalu mempersyaratkan hal tersebut (Red. Swab test) jika kuliah offline. Tentu saja setelah berakhir semester genap ini, kita akan evaluasi untuk perkuliahan selanjutnya, apakah tetap daring atau luring," ujarnya.


Ketidakpastian ini pun disampaikan Hamdan dikarenakan pandemi COVID-19 sendiri yang tidak kita ketahui bagaimana ke depannya nanti.


"Kita akan evaluasi hasil pembelajaran daring semester ini. Selanjutnya kita juga akan memperhatikan kondisi COVID-19 dan tingkat vaksinasi nantinya. sebagai bahan pertimbangan untuk perkuliahan di semester yang akan datang," pungkasnya.


Nur Azizah, salah seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) memberikan tanggapan setuju mengenai pelaksanaan vaksin sebelum penerapan kuliah offline kembali dilangsungkan.


"Saya setuju (Red. divaksin). Karena hal itu termasuk salah satu usaha agar mencapai hasil belajar yang maksimal seperti yang sering diucapkan kalau kuliah tatap muka dianggap lebih efektif," ujarnya.


Rep: Nrl

Editor: Lanjit

Posting Komentar untuk "Wacana Kuliah Tatap Muka dan Vaksinasi COVID-19, Ini Penjelasan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan"