Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuliah Online, Skema Bantuan Kuota Internet Dipertanyakan!



Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin sejak Agustus 2020 telah berkerjasama dengan beberapa Provider (red. Penyedia jasa internet) untuk menerima kuota internet dalam menunjang sistem perkuliahan online yang diterapkan. Namun begitu, terjadi masalah pemerataan dalam pemberian kuota internet tersebut.


Dalam keterangannya, Sukarni selaku Wakil Rektor 2 Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan menyatakan bahwa pihak mereka telah mengupayakan semua mahasiswa mendapatkan bantuan kuota secara merata.


"Kami mengupayakan semua mahasiswa mendapatkan bantuan kuota internet tersebut. Jadi apapun kartunya, akan kami usahakan untuk dapat. Rektorat hanya mengajukan bantuan berdasarkan data kartu apa saja yang mahasiswa gunakan," ungkapnya pada Selasa (30/03).


Menjawab permasalahan berapa kali skema injeksi (red. pengisian kuota internet) untuk mahasiswa selama setahun, ia menerangkan bahwa hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing provider yang bersangkutan.


"Akan tetapi, terkait kapan dan berapa kali dalam setahun mereka akan mendapatkan bantuan kuota, bukanlah atas kebijakan rektorat. Sebab terkait injeksi oleh provider harus mengikuti SOP pihak provider masing-masing. Hal tersebut sudah di luar kewenangan kami,” paparnya selaku Wakil Rektor 2 Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.


Ia juga menjelaskan apabila tidak ada miskomunikasi dalam penyebaran link bantuan kuota dan kedisiplinan mahasiswa dalam mengisi link pendataan, kuota internet paling lambat akan diterima setelah 1 bulan pengisian link tersebut.


“Selama tidak ada miskomunikasi antara tim terkait dan kedisiplinan telah diterapkan oleh semua pihak, termasuk oleh mahasiswa, maka sebetulnya injeksi kuota internet sudah bisa diterima oleh mahasiswa paling lambat 1 (satu) bulan sejak pengisian link pendataan bantuan kuota dilaksanakan,” terangnya.


Sukarni juga memberikan data dari Ketua Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Antasari, Rahman Hilmi, bahwa saat ini jumlah mahasiswa UIN Antasari yang telah mengisi link pendataan bantuan kuota internet sebanyak 3000 orang. Jumlah tersebut belum mencapai target sesungguhnya, di mana jumlah mahasiswa UIN Antasari (kecuali pascasarjana) sebanyak 7000 orang, karena hal ini maka dalam waktu dekat akan dibuka pendataan tahap kedua.


“Karena masih banyak mahasiswa yang belum mengisi link tersebut, maka dalam waktu dekat ini akan kami buka pendataan tahap kedua," ujarnya.


Namun begitu, masih banyak mahasiswa yang telah mengisi link pendataan belum menerima bantuan kuota internet yang diharapkan, menyikapi hal tersebut Sukarni meminta mereka untuk melaporkan hal tersebut ke pihak jurusan atau mengisi keluhan di link google form yang dibagikan oleh setiap fakultas.


"Adapun bagi mahasiswa yang sudah mengisi link namun belum mendapatkan injeksi kuota, silahkan melaporkannya ke pihak jurusan atau mengisi keluhan di link google form yang telah dibagikan oleh setiap fakultas,” pungkasnya.


Senada dengan hal tersebut, salah seorang mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku belum mendapatkan dan masih menunggu bantuan kuota internet ini dibagikan.


"Belum, kami satu angkatan di prodi saya masih menunggu bantuan kuota itu masuk," ujarnya pada Senin (29/03).


Rep: Tr

Editor: Lanjit

Posting Komentar untuk "Kuliah Online, Skema Bantuan Kuota Internet Dipertanyakan!"

Berlangganan via Email