Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuota Gratis Didapat, Mahasiswa Keluhkan Harus Input KTP


UIN Antasari Banjarmasin bekerjasama dengan Provider (red. Penyedia jasa internet) dalam program pemberian paket kouta internet senilai Rp. 100.000 kepada mahasiswa untuk menunjang perkuliahan online dalam satu semester. 

Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD), Rahman Hilmi membenarkan adanya kerjasama dengan pihak provider Indosat, dengan cara membuat grup WhatshApp masing-masing terisi sekitar 100 mahasiswa untuk klarifikasi.

“Teknis distribusi paket kouta pada operator Indosat ternyata berbeda dengan provider lainnya, mereka mengharuskan meminta klarifikasi dengan mahasiswa pemegang kartu indosat,” ungkapnya, pada Jum’at (18/09) pagi.

Alwi, salah satu mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUH) awalnya terkejut ketika diminta untuk melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai persyaratan pencairan kuota tersebut.

"Saya sempat terkejut, tapi saya coba klarifikasi ke dosen ternyata benar dari Indosat. Tapi tetap saja saya khawatir karena data KTP ini rentan untuk Cyber Crime (red. Kejahatan dunia maya) apalagi ini datanya dikirim via WhatsApp tidak secara langsung yang kita tidak tahu prosesnya seperti apa,” ungkapnya.

Arbayah Fitriah salah satu admin grup WhatshApp sekaligus sebagai Customer Service (red Layanan pelanggan) ketika diminta klarifikasi terkait ke khawatiran mahasiswa terkait melampirkan scan KTP sebagai persyaratan untuk pencairan kuota 

“Iya benar karena proses aktivasi di sistem harus mengimpor data KTP pengguna nomor tersebut agar tetap bisa digunakan dan tidak terblokir dan ini resmi dari Indosat untuk data Customer pasti aman," jelasnya.

Ia juga mengataka kuota diberikan kepada mahasiswa pengguna Indosat sebanyak 10 gb,  5 gb kuota utama sedangkan 5 gb lainnya untuk aplikasi. Aplikasi yang bisa diakses dengan kuota tersebut seperti: Tokopedia, Twitter, Spotify, Joox, WhatshApp, Line, Traveloka, Grab, Gojek, Facebook, Messenger, Shopee dan Buka lapak.

"Ketika mahasiswa mengecek kuota menggunakan aplikasi im3 hanya tertera kuota utama saja. Tetapi jangan khawatir walaupun tertera kuota utama saja, kuotanya tetap masuk sebanyak 10 gb. Dan jika kuota habis lebih cepat dari masa aktif kuota tersebut, mahasiswa hanya bisa mengisi kuota dengan kuota extra, dikarenakan sistem langganan selama 2 bulan, walau kuotanya habis masa aktifnya tetap berlaku," jelasnya di grup WhatsApp kepada Salah satu anggota LPM Sukma.


Reporter: Zoo & Hatau

Editor: Haur

Posting Komentar untuk "Kuota Gratis Didapat, Mahasiswa Keluhkan Harus Input KTP"

Berlangganan via Email