Lanceng Sengit Meriahkan Penutupan Sarasehan Budaya, Festival Media & Kongres Nasional XV PPMI



Telah resmi ditutup Sarasehan Budaya, Festival Media & Kongres Nasional XV yang diadakan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Vihara Avalokotesvara, Pamekasan, Madura, Senin (17/02) malam.

Kongres yang diadakan Per-1,4 tahun sekali ini berlangsung selama 7 hari (12-17/02), Peserta dalam kegiatan tersebut adalah seluruh pers kampus di Indonesia yang tergabung dalam PPMI.

Kongres kali ini mengusung tema "Memperkokoh Militansi Pers Mahasiswa di Bawah Tekanan Oligarki"  dengan tujuan untuk mengingat fenomena 
penindasan oleh sistem oligarki terhadap seluruh rakyat Indonesia.

Zahro selaku ketua pelaksana menuturkan, kongres ini adalah salah satu ajang silaturahmi dan saling berbudaya, dengan beberapa kegiatan yang telah terlaksana diantaranya Kongres Nasional PPMI XV, bincang jurnalistik, workshop jurnalisme sastrawi, pameran karya, sarasehan budaya, pentas budaya dan festival media serta ditutup dengan kemeriahan lanceng sengit.

Dengan berakhirnya kongres PPMI ini semoga semakin lebih maju, hidup dan mampu membenarkan segala hal-hal yang kita anggap benar 
"Mulut terbuka maka penalah yang berbicara", tambahnya saat sambutan.

Demisioner Sekretaris Jendral Nasional PPMI, Rahmat Ali dalam sambutannya mengatakan keberhasilan pengurus PPMI tahun 2018-2020 bukan dilihat dari Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang diterima tapi keberhasilan kami dapat dilihat dari kepengurusan PPMI kedepan
"Jika kepengurusan PPMI akan datang baik maka pengkaderan kami baik", ujarnya yang akrab disapa Maheng.

Dalam menjalankan sebuah roda organisasi dimanapun kita berada pasti ada rintangan dan sebagainya
"Fungsi PPMI yaitu berjejaring dan menguatkan, ketika kota lain down maka LPM lain yang mendukung" tutupnya.

Reporter: Haur

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lanceng Sengit Meriahkan Penutupan Sarasehan Budaya, Festival Media & Kongres Nasional XV PPMI"

Posting Komentar