Kemana Akun @pbak_antasari?


Nyeleneh memang, bisa jadi bukan baru pertama kali terjadi. Namun hal ini malah menjadi-jadi, dan memang benar terjadi. Satu hal yang perlu di taati, membaca ini perlu ketekunan dalam level istiqamah yang advanced. Khususnya ketekunan dalam beristirahat dan berfikir santuy.

Kegiatan di era mileneal 2020 tidak terlepas dari kekiniannya, bangun tidurku sore tadi gegerkan dengan sebuah postingan-postingan netizen di laman status Whatsapp yang isinya bisa di bilang nyeleneh tapi nyata. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, kali ini aku dibuat melek oleh beberapa postingan yang merasa ada sesuatu hal yang hilang. Tak jelas apa penyebab mereka memposting dua slide gambar tersebut, yang jelas terlihat hanya potongan kata perkata.

Sungguh fenomena yang penuh dengan tanda tanya, mengutip kata filsuf Bikini Bottom Spengebob Squarepants, ironi di atas ironi. Terlepas dari penyebab postingan tersebut, kami, Sukma menggap bahwa hal itu layak diapresiasi dan bahkan didukung. Tak banyak Paslon (pasangan calon) bisa melakukan hal tersebut sampai viral postingannya dimana-mana. Sesuatu hal yang baru bukan? Selain itu, masih banyak alasan yang lain yang membuat Paslon tersebut layak diapresiasi, gonta-ganti akun resmi agar bisa dikenal misalnya.

Menggelitik memang, ditengah banyaknya para calon yang menyodorkan segudang janji manis yang katanya akan memajukan jurusan, fakultas dan universitas dengan berbagai program kerjanya malah dialihkan dengan hal tersebut.

Kemana Akun @pbak_antasari? Itulah beberapa postingan yang dirinya merasa kehilangan sembari mempertanyakan keberadaannya. Lah piye toh? Kok iso? Yang menariknya nih, setelah di searching kemana keberadaan akun tersebut. Eh malah kayak kasus LL tentang berubahnya jati diri dengan mendatangkan nama baru yakni OFFICIAL ACCOUNT PEMENANGAN. 

Meski diketahui belum ada postingan di dalamnya, tapi diduga akun tersebut sudah pasti dipersiapkan jauh-jauh hari untuk “kampanye”. Berat memang namanya, seperti kata Dilan “Jangan rindu, berat. Kau takkan kuat, biar aku saja”

Dalam KBBI Politik adalah segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat). Dan pemenang adalah orang yang dapat mengalahkan (musuh,lawan, saingan); unggul; selalu ada yang kalah dan ada yang menang. 

Berarti dapat disimpulkan dong kalau kejadian ini merupakan salah satu siasat untuk dapat mengalahkan lawan. Eh tunggu, emang caranya udah benar? Semogalah yaaa 

Memang sudah menjadi sesuatu hal yang lumrah jika setiap PEMILWA (Pemilihan Mahasiswa) di bumbui dengan berbagai macam rasa, termasuk kehilangan. Namun jika hal tersebut dilakukan secara tidak sehat maka akan terjadi disentegrasi bahkan perpecahan.

Seperti yang diketahui kampanye PEMILWA 2020 Universitas belum resmi dimulai. Namun, perang urat syaraf di media sosial (medsos) sudah tidak dapat dihindarkan. Informasi yang dikeluarkan baik orang perorang maupun tim kampanye merajalela. Hingga berdampak pada emosi, perasaan, pikiran, tindakan bahkan isi dompet yang menipis akibat kouta kritis. 

Sebenarnya kalau ditilik lebih jauh, akun 3000 lebih followers itu merupakan akun PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan kemahasiswaan) yang umurnya belum genap setahun. Eh malah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi perpolitikan. Apakah pantas hal tersebut dilakukan? Seharusnya kalau mau punya akun untuk itu, kan bisa buat lagi akun yang baru meskipun cari followers hehe
Terus postingan-postingan PBAK kemaren kemana? Buat apa ada akun tersebut kalau akhirnya semua postingan di hapus, kan buang-buang kouta. 
Logis gak? 

Terlepas dari kisah hilangnya akun tersebut, memang benar bahwa bentuk dukungan terhadap Paslon adalah hak setiap mahasiswa, tetapi menjadi paslon dan pendukung yang bijak sangatlah diperlukan. Sebagai mahasiswa yang melek akan politik, jangan sampai tutup mata terhadap fakta dan kebenaran yang ada. Jangan jadikan kebencian menjadi hal yang dapat menutup diri dari kebenaran. Meskipun secara tidak langsung kita mengetahui bahwa politik adalah sebuah persaingan yakni berujung kalah dan menang, namun tidak sewajarnya sebagai “Paslon” menghalalkan berbagai cara demi tenarnya sebuah nama.

Untuk Paslon-paslon yang lulus dan kelak menang di PEMILWA 28 Februari nanti,  jangan membuat trauma kaum intelektual terhadap janji-janji yang kalian lontarkan. Partisipasi aktif dalam demokrasi sangat penting, jangan sampai menjadi acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi di lingkungan kampus, yang mungkin saja berujung pada keapatisan terhadap kepengurusan kalian.

Penulis: Bakul

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Kemana Akun @pbak_antasari?"

  1. Sangat memalukan melakukan kecurangan tersebut.

    BalasHapus
  2. Great post.I'm glad to see people are still interested of Article.Thank you for an interesting read........


    jasa sertifikasi iso

    BalasHapus