GP Ansor dan PMII Menyambut Baik Rencana Muktamar di Kalsel

Ketua PKC PMII, Khairul Umam dan Ketua PC GP Ansor Banjarmasin, Sulaiman.

Banjarmasin - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan, siap melaksanakan Muktamar NU ke-34 di tahun 2020 mendatang.

Dalam sejarahnya, Kalimantan Selatan (Borneo) menjadi tuan rumah Muktamar yang ke-11 sebelum kemerdekaan pada 1936. Langgar Al-Hinduan di Jalan Kapten Pierre Tendean salah satu bukti autentik berlangsungnya acara Muktamar NU di Banjarmasin.

Sebagaimana apa yang disampaikan oleh sekretaris wilayah NU kalsel KH. Berry NF, beberapa waktu lalu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Banjarmasin, Sulaiman, angkat suara untuk mendukung penuh agar Muktamar bisa terlaksana di Banjarmasin, "GP Ansor sangat mengapresiasi dan  mendukung penuh rencana PWNU Kalsel menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-34 mendatang, fasilitas infrastruktur di Kalsel sudah sangat memadai, seperti Beberpa Pondok  Pesantren yang sangat dekat dengan Bandara Asrama Haji dan beberapa Balai diklat yang juga dekat dengan arena utama Muktamar yaitu asrama haji banjarmasin, sebagai warga Nahdliyin Kami  siap menampung warga Para cindikiwaan muslim dari seluruh dunia, ia juga menambahkan akan menyiapkan 5000 lebih pasukan Banser untuk ikut serta menyukseskan Muktamar nantinya." Ungkapnya saat diwawancara di sekretariat PWNU Kalsel, Jum'at (06-09-2019).

Senada dengan Sulaiman, Khairul Umam sebagai ketua PKC PMII Kalsel juga mendukung upaya dari PWNU Kalsel mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar ke-34 tahun 2020 di Kalsel. Ia bercerita dari sisi historis, “kita bisa melihat dan mengingat bagaimana Muktamar ke-11 di Banjarmasin, mushalla al-Hinduan, di masa sebelum kemerdekaan, pemuda-pemuda, tokoh-tokoh NU berkumpul untuk merumuskan merebut sebuah kemerdekaan. Nilai-nilai inilah seharusnya kita bawa ke muktamar ke-34 nanti. Bahwa semangat adalah sama, bagaimana mewujudkan Indonesia maju, Indonesia yang unggul dan mewujudkan Indonesia yang tahan dari segala bentuk serangan, baik itu berupa ideologi atau persaingan ekonomi dari luar.” Bebernya yang beberapa waktu lalu terpilih menjadi ketua PKC PMII.

Umam juga menambahkan, dari sudut pandang tempat sangat strategis karena melihat isu hari ini ketetapan pemerintah mengenai ibu kota baru di  Kalimantan Timur menjadi sangat menarik, “Kalsel yang  akan menjadi penyangga, prosesi menyangga untuk beriring berjalannya pembangunan di ibu kota kelak. Secara tidak langsung NU juga memikirkan, membicarakan lalu dimusyawarahkan bagaimana visi Indonesia ke depan.”

Dia juga melanjutkan, “tidak dapat dipungkiri Kalsel punya historis, tokoh-tokoh muda NU, tokoh NU yang sangat fenomenal dan sangat membawa peradaban bangsa ini lebih maju. Ada tokoh Dr. Kh. Idham Chalid, ketua PBNU terlama. Adalah i’tikad bagi NU dan Kalsel, sebabnya Kalsel sangat agamis atau religius, melekat dalam warga NU dengan warga nahdliyin-nya. Kalsel juga ada sebutan kota Serambi Mekkah di Martapura, Serambi Mekkah di Kalsel ini menandakan secara kultur sangat tepat untuk kita laksanakan, menjadi poin penting dan unggul untuk layak menjadi tuan rumah.

Pada komentar terakhirnya saat diwawancara, “yang sangat penting adalah ini sangat bersinggungan dengan organisasi PMII, yaitu tentang pendiri kita, pendiri PMII sahabat Laily Mansoer adalah tokoh Kalsel dan juga tokoh NU. Kami selaku PMII Kalsel sangat mendukung Muktamar NU dilaksanakan di Kalimantan Selatan.” Tutupnya dengan bangga dan penuh khidmat.


Penulis : M. Iqbal

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GP Ansor dan PMII Menyambut Baik Rencana Muktamar di Kalsel"

Posting Komentar