PENTAS AKHIR GSMS, SYARIF BERHARAP SISWA SMAN 1 CANDI LARAS AGAR KONSISTEN BELAJAR


Sukma
Pentas akhir dalam agenda penutupan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS 2018) melaksanakan  Parade dan Musikalisasi Puisi di SMA Negeri 1 Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Jum’at (30/11) Pukul 15.00 WITA, sore. Para peserta GSMS berjumlah 21 siswa mempersiapkan dirinya untuk tampil 7 pembaca puisi dan diakhir, keseluruhan siswa menampilkan musikalisasi puisi dalam acara tersebut.


Ahmad Subakti selaku Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan menyampaikan dalam sambutannya bahwa SMA Negeri 1 Candi Laras adalah sekolah pilihan yang beruntung ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadikan tuan rumah dalam program GSMS tersebut. “Satu-satunya sekolah yang dipilih dari seluruh sekolahan yang ada di Tapin,” ungkapnya. Ia memaparkan ada 20 sekolah pilihan GSMS dari empat Kabupaten diantaranya Tapin, Kandangan, Barabai dan Pelaihari, menjadi titik tempat berkegiatan. Subakti berpesan kepada pihak sekolah bahwa kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar siswanya dapat berkembang untuk mengasah kemampuannya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Candi Laras Rudiansyah mengaku senang bahwa sekolahnya menjadi tempat belajar berkesenian, kemudian ia bercerita dalam sambutannya bahwa bulan lalu sempat mengirimkan siswanya ke acara Balai Bahasa. Tanpa belajar dengan modal komitmen pihak sekolah tetap mengirimkan siswa ke perlombaan tersebut. Namun, berkat kegiatan GSMS ini ia sangat berterimakasih kepada Mentor, Asisten dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan telah menyelenggarakan serta memberikan pengalaman yang baik untuk siswanya.

 “Ada tiga point penting dalam pesan hidup kita yaitu Agama, Seni dan Ilmu. Pertama, dengan agama hidup kita akan terarah. Kedua, dengan seni hidup kita akan indah dan terakhir, dengan ilmu hidup kita akan menjadi mudah, ” nasehatnya. 
Sukma

Adapun selaku seniman juga mentor selama mengajar GSMS, Syarif Hidayatullah berharap pihak sekolah akan terus melaksanakan kegiatan yang berkelanjutan. Selama 27 kali pertemuan, ia merasa bahwa siswa itu cukup terlihat dari segi kemampuannya. Syarif juga berpesan bahwa untuk mengasah kemampuan perlu adanya konsisten dari siswa dan ia inginkan agar terus berkarir, ungkap penyair muda Batola kelahiran 1992 tersebut.

Ahmad Tahir mendapat pengalaman pertamanya di kegiatan GSMS tersebut. Puisi adalah ruang baru dalam hidupnya, begitu pun saat membacakannya diatas panggung, “Saya awalnya tidak menyukai. Tidak mengenal. Pada akhirnya kegiatan ini mengenalkan saya pada pengalaman baru yang menyenangkan,” ujarnya saat ditanya seusai kegiatan.

Tahir merasa kegiatan GSMS memberikannya wawasan, ia mengatakan banyak terimakasih kepada mentornya Syarif Hidayatullah selaku seniman yang telah mengajarkannya. “Menulis dan cara membaca saya dapatkan dari beliau. Alhamdulillah ilmunya dapat,” kata siswa kelas X MIPA tersebut, sembari mengungkapkan rasa maaf apabila ada candaan yang kurang berkenan kepada mentornya tesebut.

Reporter: M Rahim

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENTAS AKHIR GSMS, SYARIF BERHARAP SISWA SMAN 1 CANDI LARAS AGAR KONSISTEN BELAJAR "

Posting Komentar