DEMA UIN ANTASARI FASILITASI ORGANISASI EKSTERNAL


Saat Diskusi Kemahasiswaan di Halaman Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin.

Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Antasari menyelenggarakan diskusi kemahasiswaan sejak Rabu (5/9) diisi dengan organisasi internal kampus.

Berbeda dari dua hari sebelumnya, pada Jumat (7/9) DEMA mengundang organisasi ekternal yang ada di UIN Antasari untuk berdiskusi di halaman Auditorium Mastur Jahri.

Pada pamflet elektronik yang dibagikan oleh DEMA, terlihat ada 5 organisasi eksternal yang dihadirkan pada kegiatan tersebut. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI).

Muhammad Zailani mengatakan bahwa salah satu tujuan diskusi ini untuk silaturrahmi antarorganisasi eksternal. “Inisiatif ini dari kawan-kawan DEMA untuk menjalin silaturrahmi. Karena bidang saya di DEMA adalah ormawa. Jadi kami (baca. Bidang ormawa) yang mengadakan kegiatan sore ini,” Ujarnya.

Ia juga mengatakan, “Kita kan satu gerbong organisasi pergerakan, bergerak untuk masyarakat,” Katanya selaku Kepala Bidang Ormawa, Jumat (7/9).

Zailani mengatakan tidak masalah organisasi eksternal masuk ke ranah kampus. "Kalau dari kami, bila benar-benar saja gerakannya. Silakan saja kawan-kawan, misalnya dari PMII, HMI, GMNI. Kadernya memang kuliah di sini to?" Ujarnya

"Utamanya kita mau silaturrahmi, berdiskusi, berdialektika di sini," Tuturnya.


LSISK TIDAK DIIKUTSERTAKAN
Abdul Hakim selaku Ketua LSISK menganggap ini bukan masalah besar. “Persoalan diundang atau tidak, itu kan hak orang lain. Ya boleh-boleh saja mereka mau apa,” Ungkapnya melalui pesan Whatsapp, Jumat (7/9) malam.

Namun, Ia juga kebingungan mengapa hanya LSISK yang tidak diundang. “Kader kami malah menanyakan ke saya selaku pemimpin organisasi,” Ujarnya.

“Tapi saya jelaskan lembali... Iya tidak apa-apa lah, saya juga tidak mempermasalahkan sikap mereka membuat kegiatan tersebut selama itu positif,” Tambahnya.

M Zailani saat ditemui di sela diskusi, selaku Kepala Bidang Ormawa DEMA UIN Antasari mengonfirmasi alasan mengapa Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (baca. LSISK: Organisasi eksternal yang juga ada di UIN Antasari) tidak diikutsertakan dalam diskusi kemahasiswaan yang diadakan DEMA pada Jumat (7/9).

“Awalnya LSISK juga mau dibawa. Tapi ada masukan lagi dari kawan-kawan di internal DEMA bahwa organisasi yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saja,” Ujar Zailani.

"Pihak kami (Bidang Ormawa) hanya panitia pelaksana saja, kawan-kawan di dalam yang mengonsepnya. Jadi, kata kawan-kawan tidak dibuat, dan panitia pelaksana tidak bisa berkata-kata lagi to?" Jelasnya.

Mahasiswa Perbankan Syariah ini juga mengatakan bahwa ini hanya sementara. Kemungkinan nanti akan ada lagi. “Karena kami melihat kalau 5 organisasi ini saja. Mungkin waktunya tidak cukup juga kalau kebanyakan,” Ujarnya lagi.

Rep/Foto: AN/AD
Editor: Ades