Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AFATAR DIVAKUMKAN, DEMA FTK DINILAI TIDAK CAKAP -Wakil Dekan III: Afatar tidak punya SK-

Ilustrasi: Jarwo


Anak-anak Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Afatar) tidak diikutsertakan dalam perkenalan PBAK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) part 2.
 
"Pengiklanan Afatar pada part 1, Minggu (26/8) tidak sepenuhnya bisa ditangkap oleh mahasiswa baru karena perkenalan mereka dirasa kurang," Ujar Rizki Maulana selaku Ketua DEMA FTK.
 
"Saat evaluasi PBAK part 1, kami dapati waktu perkenalan yang lain (HMJ dan LSO) dikira lebih penting. Karena di part 1, beberapa HMJ ketinggalan saat perkenalan. Jadi waktu Afatar di part 2 diisi perkenalan HMJ-HMJ," Ungkapnya.
 
Menurut Rizki, Afatar bukan organisasi. "Lebih tepatnya komunitas, dan bagian dari program kerja DEMA FTK yang mewadahi mahasiswa baru setelah Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Dasar (PKMD)," Jelasnya.
 
"Untuk sementara Afatar tidak diperbolehkan berkegiatan, entah sampai kapan," Tambahnya
Senada dengan Rizki, Taufiqurrahman selaku Ketua SC PBAK FTK menilai Afatar orasi dan bukan memperkenalkan diri. "Seharusnya Afatar memperkenalkan kegiatannya apa, struktur organisasinya apa saja, dan Afatar itu apa," Ungkapnya, Jumat (7/9).
 
"Ini ketua malah ngomong sendiri, berbicara proklamasi kemerdekaan," Ujarnya menyebut itu seperti orasi. "Senior Afatar saja kecewa melihat perkenalan tersebut," Imbuhnya tidak mengungkapkan siapa senior yang dimaksud.
 
Ia mengatakan bahwa sebelumnya Afatar tidak diperkenankan tampil pada part 1. "Wakil Dekan III bilang bahwasanya Afatar tidak termasuk organisasi resmi yang patut diperkanalkan. Karena Afatar tidak ada SK-nya," Katanya.
 
Taufiqurrahmah mengungkap alasan mengaoa Afatar diikutsertakan pada PBAK part 1. "Dari tahun ke tahun Afatar diperkenalkan, dan sebagian besar DEMA FTK juga banyak dari Afatar sehingga harus diperkenalkan," Ujarnya lagi.
 
Ia menyebut bahwa DEMA FTK kecewa melihat perkenalan tersebut, dan panitia ditegur oleh pengawas pada waktu itu. "Setelah part 1, kita adakan evaluasi seluruh panitia SC, OC, dan DEMA. Pada forum itu, kami sepakat Afatar tidak diikutsertakan lagi dalam perkenalan," Terangnya.
 
Tanggapan pun muncul dari Gusti Muhammad Thoriq Nugraha selaku ketua Afatar 8. Ia mengatakan bahwa pada perkenalan PBAK FTK part 1, Afatar 8 menampilkan perkenalan dalam konteks membangkitkan semangat para peserta PBAK, perkenalan sejarah, dan di tutup dengan perkenalan biasa tanpa adanya video perkenalan mereka.
 
Menurut Gusti, jika orang menganggap penampilan perkenalan mereka adalah sebuah orasi, maka itu sedikit keliru.
 
Gusti mengatakan alasan Afatar tidak diizinkan perkenalan pada PBAK part 2 dinilai kurang signifikan. " Adanya pihak-pihak yang keliru seperti Dema FTK dan Wakil Dekan III," Ungkapnya saat wawacara, Kamis (6/9).
 
“Dema mengatakan dengan gamblang bahwa Afatar 8 divakumkan, dan diperjelas juga oleh Wakil Dekan III bahwa Afatar 8 diistirahatkan. Entah untuk berapa lama itu belum ada kejelasan. Karena jika bahasakan kasar, itu seperti ada kinerja Dema yang tidak becus untuk menangani masalah ini," Ucapnya lagi.
Untuk ke depannya, Gusti mengaku akan berusaha mengendalikan Afatar dan melakukan yang terbaik untuk Afatar.
 
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Syaiful Bachri Djamara menanggapi perihal diberhentikannya Afatar. "Afatar tidak bisa lagi dilanjutkan oleh Wakil Rektor III. Dan semua unsur pemimpin yang ada di UIN Antasari tidak bisa menerima karena tidak ada SK-nya," Ujarnya pada Rabu (12/9).
 
Syaiful mengungkapkan Afatar juga tidak dapat suntikan dana karena memang tidak ada otoritas dan yuridisnya. "Secara legal formal tidak ada. Jadi, jangan membuat organisasi liar tanpa SK sehingga dia dikenal. Ketika orang punya utusan kemana-mana, dia tidak punya akses," Tambahnya.
Sementara bagi Syaiful yang duduk sebagai Wakil Dekan III, memperjelas bahwa tidak bisa lagi membuka organisasi-organisasi lain.
 
 
Rep: Bolang & Agseisa
Editor: Ades

Posting Komentar untuk "AFATAR DIVAKUMKAN, DEMA FTK DINILAI TIDAK CAKAP -Wakil Dekan III: Afatar tidak punya SK-"

Berlangganan via Email