Senin, 16 Juli 2018

FKMTHI Gelar Acara dengan 600 Peserta



Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan sambutan hangat di depan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI). Bertempat di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjamasin, Senin (16/7).

FKMTHI menghimpun 98 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Hadis dari seluruh Indonesia. Dalam serangkaian acara Pengukuhan Pengurus Pusat dan Konsorsium Nasional, ini akan berlangsung selama 3 hari di kota yang terkenal dengan sebutan kota seribu sungai.

Selaku Walikota Ibnu Sina menjamu peserta dengan wisata susur sungai. Lelaki asal Kalimantan Tengah ini sediakan akomodir paling sedikit 3 buah kelotok (baca. Perahu mesin khas Kalimantan). Untuk para mahasiswa yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Rangkaian acara pengukuhan pengurus pusat FKMTHI juga diisi dengan seminar Nasional dan Halaqoh Kebangsaan. Sekretaris Jendral (Sekjen) FKMTHI, Achmad Sayuti mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari jalur budaya. Contohnya saja walisongo dengan wayangnya, kata Sayuti mengingat tema yang diangkat ialah Islam dan Budaya Nusantara.

FKMTHI yang telah berdiri sejak tahun 2000 hadir sebagai  pendingin yang akan memberikan perdamaian dari radikalisme yang ada. Dikarenakan kekeliruan memahami Alquran, Ujar Sayuti.

“Harapannya, kita bisa mencetak mahasiswa Tafsir dan Hadis yang cinta Indonesia” Ungkap mahasiswa semester akhir ini pada pidatonya dihadapan 600 peserta dan tamu undangan.

Tak jauh dari itu, Mujiburahman selaku Rektor UIN Antasari mengharapkan FKMTHI aktif dalam publikasi karya tulis ilmiah secara online. Menurutnya banyak tulisan Mufasir yang tidak memiliki dasar keilmuan menafsirkan Alquran. “Penafsirannya aneh....” pungkas Rektor selaku tuan rumah.

Hari pertama Konsorsium diisi oleh Sugeng Rianto anggota Polri. Sugeng berkata tentang mereduksi paham radikalisme di Indonesia. Para peserta dan tamu undangan antusias mendengarkannya.

M Salim utusan Kapolda berpendapat bahwa memang forum seperi inilah yang dinginkan. “Sangat bagus prospeknya untuk Indonesia ke depan. Hal-hal seperti ini diharapkan menjadi bekal penerus bangsa agar paham betul tentang Islam yang sebenarnya.” Ini harus dilanjutkan untuk menggerus pemahaman Islam yang radikal, Ujar Salim saat diwawancara reporter Sukma.

Rep/Foto: An
Editor: Ades

Jejak Redaksi

Labels