Tanggapi Demontrasi Mahasiswa, Wakil Dekan I FTK: Kami Tidak Punya Wewenang Menindaklanjuti Secara Konkret atau Tindak Tegas Pemecatan

Demontrasi mahasiswa yang baru saja terjadi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari, menuntut pihak dekan mengeluarkan oknum (baca. Dosen) yang tidak profesional dalam mengajar, Senin (7/5) pagi.

Peserta Aksi Tuntutan terhadap Pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin


Tak hanya itu, Aliansi Mahasiswa FTK ini juga meminta pihak fakultas selektif dalam menyeleksi tenaga pengajar atau dosen, serta bersedia memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana perkuliahan.

Mulai pukul 08.15, peserta aksi berkumpul di Halaman Kantor FTK hingga berdialog bersama dengan pihak dekan di Ruang Rapat fakultas terkait.

Berangkat dari banyaknya keluhan mahasiswa dan pengalaman selama kuliah, para demonstran tidak serta-merta menelan mentah-mentah kritikan terhadap fakultas dan dosen tersebut.
"Sebelum demontrasi, saya dan kawan-kawan mengumpulkan bukti. Mulai dari survei absen lokal hingga pengalaman pribadi teman-teman mahasiswa selama kuliah," ungkap Gusti Muhammad Thoriq Nugraha selaku Koordinator Lapangan aksi.

Gusti juga membeberkan bahwa pernah mendapati dosen yang main handphone ketika mengajar, bahkan ketiduran saat mahasiswa sedang presentasi. "Ada 5 nama dosen yang kami serahkan kepada pihak fakultas untuk ditindaklanjuti," ujarnya tak menyebutkan siapa dosen tersebut.

Gusti yang berharap dosen FTK berkualitas dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswa, dan berharap pihak dekan memberikan sarana dan prasarana pendidikan yang layak sehingga proses pembelajaran menjadi nyaman, sebagaimana hak yang seharusnya didapatkan mahasiswa.

Rupanya, para demontran mendapati hal lain yang menimbulkan terjadinya aksi. "Kami merasa dirugikan. Apalagi yang kuliah banyak anak petani, kami jauh-jauh ke sini dan bayar UKT (Uang Kuliah Tunggal). Sarana dan prasarana yang kami dapati sendiri, seperti banyak ruang perkuliahan yang lampunya mati, LCD rusak, kipas angin tidak berfungsi, sampai kabel LCD yang bermasalah," tuturnya menyampaikan.

Saat dialog di halaman Kantor FTK sebelum ke Ruang Rapat FTK.

Menanggapi aksi tuntutan mahasiswa, Hairul Hudayah mengatakan bahwa pihak fakultas tidak memiliki wewenang untuk menindaklanjuti masalah dosen-dosen secara konkret atau tindak tegas berupa pemecatan. "Karena yang memiliki wewenang seperti itu adalah pihak Rektorat. Kami hanya bisa memberi teguran kepada dosen-dosen yang dilaporkan oleh mahasiswa mengenai kurang dan ketidakprofesionalannya dalam mengajar," jelasnya selaku Wakil Dekan I FTK.

"Sedangkan untuk masalah tindak lanjut sarana dan prasarana, kami belum bisa memastikan kapan bisa terpenuhi," ujarnya melanjutkan.

Karena menurut Hairul, untuk pemenuhan sarana dan prasarana hal-hal yang besar, memerlukan beberapa proses hingga dana bisa dicairkan. "Kalau sarana dan prasarana hal-hal kecil akan segera ditindak lanjuti secara langsung dalam beberapa saat ke depan," jelasnya mengakhiri wawancara.

Rep/Foto: Yun/Kie/Fyi
Editor: Ades