MEDIA SOSIAL DEKATKAN DENGAN AL-QUR'AN

Acara Seminar Nasional di Gedung Mahligai Pancasila


Sebanyak 310 peserta dan 14 diantaranya merupakan perwakilan pemenang lomba yang hadir dalam kegiatan Seminar Nasional yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadist Indonesia (FKMTHI). Kegiatan ini bekerjasama dengan Angkatan Pemuda Sabilal Muhtadin (AMSM) dengan tema yang diusung, "Alquran, Sosial Media dan Remaja Zaman Now" di gedung Mahligai Pancasila, Kamis (8/2) pagi kemarin.

Kegiatan ini mengundang beberapa pemateri, yakni H. Muhari S.Ag, KH. Husin Naparin, Lc. MA dan Prof. Dr H. Mujiburrahman, MA. 
Namun, sesuatu yang tak terduga membuat salah satu pemtaeri tidak bisa hadir. Saat kegiatan KH. Husin Naparin, Lc. MA sedang dalam perawatan di Rumah Sakit.

"Media cetak kini tidak lagi dipergunakan dengan layak. Banyak yang berguguran dan tak bertahan lagi, artinya saat ini media eletronik sangat dibutuhkan dijaman ini", ucap Mujiburrahman. Fenomena ini dikaitkannya dengan Al-Qur'an, sebab banyak menganggap media sosial adalah suatu kehadiran yang nyata padahal itu sekadar absensi. Dan, hubungan antar manusia semakin menipis dan perlahan terjadi di masyarakat kita, tutur rektor UIN Antasari.

Mujib menambahkan bahwa ada beberapa medium tertulis, rekaman dan terjemahan sekarang melalui alquran eletronik. Ada dua hal dalam kemajuan teknologi yaitu speed dan power, kecepatan informasi dan kekuatan untuk menyimpan. Maka mari kita manfaatkan eletronik ini dengan media alquran saat ini untuk disebarluaskan baik maknanya maupun ayatnya, harapnya.

Tak berbeda jauh, Muhari juga memberikan tips supaya cerdas menggunakan media sosial yaitu dengan cara memfilter pertemanan di media sosial, pasang identitas asli, tidak perlu berbagi nomor telepon, pasang foto yang sewajarnya, memikirkan terlebih dahulu sebelum buat status dan jauhi perdebatan serta jangan menyebarkan informasi yang tidak jelas (Hoax), ucapnya dalam acara tersebut. 

"Kini generasi silent sebab banyak menggunakan handpone tanpa bicara. Saya yakin pasti ada yang menggunakannya 2-3 jam dalam sehari. Tidak ada lagi yang memegang alquran denga baik", ungkap praktisi ilmu komunikasi ini.

Khairul Sandi mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir menyampaikan bahwa esensi yang diangkat yaitu menyeimbangi dalam perkembagan zaman. Dan juga, ada kesinambungan dalam ilmu Al-Quran untuk berpesan, media sosial yang kini berkembang di zaman Milenial, agar bisa dikembangkan lagi pada hal yang positif. Khairul berharap acara ini berjalan denga lancar dan berkah, ucap pemuda kelahiran Kandangan.

Diakhir kegiatan, panitia bagi-bagi hadiah untuk para pemenang dari berbagai cabang lomba. Pemenang lomba berasal dari sekolah tingkat SLTA se-Kalsel, baik itu dari kota Banjarmasin maupun dari luar daerah yaitu Palangkaraya.

Rep: Him, Ta, Ang
Foto: M. Raziz
Editor: Ades

Pages