Selasa, 16 Januari 2018

Tolak Pertambangan dan Sawit, Mahasiswa Datangi DPRD Kal-Sel

Aksi di bundarahan HA


“Save Meratus, Save Kalsel” demikian tulisan pada selebaran yang dibagikan pada aksi tolak izin tambang dan sawit, Selasa siang (16/18). Aksi yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa ini menuntut DPRD Kal-Sel yang diwakili oleh Komisi III Supian HK agar mencabut SK kementerian ESDM No. 441. K/30/DJB/2017 tentang penyesuaian tahap kegiatan Perjanjian Karya Perusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT. Mantimin Coal Mining (MCM).
Faktanya saat ini Kalimantan Selatan dengan luas wilayah 3,7 Ha, 50% dari luas wilayahnya dikuasai oleh pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Saat ini Kal-Sel mempunyai 100 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah mengantongi sertifikat Clear dan Clean (CnC). Sedangkan sebanyak 264 IUP belum ada kejelasan mengenai sertifikat Clear dan Clean (CnC) dari total 789 izin tambang yang ada. Kemudian ada 425 IUP non- CnC yang telah dicabut.
Peserta aksi berkkumpul di halaman kantor gedung DPRD Prov. Kal-Sel
Peserta memulai aksinya di bundaran HA di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka melakukan Orasi selama 15 menit dilanjutkan dengan membariskan beberapa mahasiswa yang membawa kertas yang bertuliskan “Save Meratus”. Kemudian, barisan itu menuju halaman kantor DPRD Pronvinsi Kalsel, melingkar dan menyuarakan aspirasi serta menuntut agar segera mencabut SK yang dikeluarkan oleh kementerian ESDM.
 Aksi ini terdiri dari kelompok Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barabai (KM-KB), Dewan Masyarakat Dayak (DMD), LSISK, bahkan kelompok anak punk di Kalimantan ikut dalam aksi gabungan, mengatas namakan sebagai warga kalsel yang peduli dengan alam.
Adul (19) Anak Punk Jalanan mengenakan kaos hitam dan bercelana sobek, mengaku bahwa tindakan mereka ini mewakili warga kalsel yang turut prihatin terhadap persoalan yang ada di HST tersebut. “Kami koordinasi, kelompok punk dari Banjarmasin dan Samarinda ikut dalam aksi ini”, katanya kepada Sukma disela aksi gabungan tersebut, menjelang Siang.
            Pertemuan siang itu berakhir dengan pendatanganan dengan materai 6000 yang berisi janji Supian HK siap turun sebagai anggota DPRD Prov Kal-sel apabila selama tiga hari kedepan tidak bisa melaksanakan tuntutan mahasiswa. Hal ini sebagaimana terlampir dalam surat yang ditanda tangani tersebut.
“Apabila selama tiga hari tidak ada hasilnya. Kami membawa massa lebih banyak lagi”, ucap Koorlap M. Khairunnajmi dengan lantang.
Aliansi mahasiswa ini kembali menyuarakan aspirasinya dengan tegas bahwa tindakan pemerintah sangat merugikan rakyat, sambil mengibarkan bendera “Hidup Mahasiswa. Hidup Rakyat Indonesia”. Setelah penandatanganan itu tejadi Supian HK langsung meninggalkan halaman kantor tempat mereka melakukan audiensi menuju belakang, lahan  parkir. Mengetahui hal ini  Zainul dan peserta aksi bergegas untuk mencegatnya.
Setelah berada dalam lahan parkir itu peserta menyanyikan lagu Darah Juang dengan penuh semangat. Mereka juga menyuarakan dengan lantang sumpah mahasiswa dikomnado oleh Zainul Muslihin. Peserta aksi meminta anggota DPRD yang bersangkutan kembali ke halaman, tempat mereka beraudensi.
Pukul 12.43 Siang, berakhirnya aksi dan membawa hasil ke halaman gereja GPIP Maranatha untuk mengevaluasi aksi. 

Rep: Anna&Ahim
Foto: Ahim
Editor: si Mbah

Jejak Redaksi

Labels