Kuliah Dua Bulan. Ini Kata Mereka



Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam di kampus UIN Antasari membagi masa perkuliahan pada semester ini menjadi dua gelombang. Pembagian masa perkuliahan bagi mahasiswa reguler ini menyusul setelah adanya pembuatan gedung baru di fakultas tersebut. Hal ini mengakibatkan ruang perkuliahan bagi mahasiswa mengalami keterbatasan.

Masa aktif perkuliahan untuk masing-masing gelombang  hanya selama dua bulan lamanya. Gelombang pertama yang berlangsung sejak bulan September hingga November tahun ini dilakukan oleh Jurusan Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, Perbandingan Mazhab, Asuransi Syariah, dan D3 Perbankan Syariah. Sedangkan gelombang kedua yang berlangsung  pada bulan November hingga Januari mendatang akan diisi oleh jurusan Perbankan Syariah (S1), Hukum Keluarga, dan Hukum Ekonomi Syariah.

Sebagian mahasiswa mengeluhkan hal ini, seperti yang diungkapkan Prida Apriani Putri mahasiswi Jurusan Ekonomi Syariah, ia menjelaskan bahwa banyak kendala yang dialami akibat perkuliahan yang sebentar ini. Pertama, tidak semua dosen masuk saat jadwal perkuliahan sudah dimulai, bahkan ada yang dua hingga tiga minggu kuliah berjalan baru masuk. Kedua, pelajaran yang diberikan oleh dosen bertambah dari sebelumnya, sementara waktu yang diberikan sangat sedikit, jadi seolah-olah para mahasiswa dipaksa untuk mengerti dan harus bisa menyerap pelajaran yang diberikan oleh dosen tersebut.

Juga menurut Mirda Mardiyanti mahasiswi Jurusan Ekonomi Syariah, ia merasa perkuliahan yang hanya berjalan dua bulan ini tidak efektif, karena para mahasiswa harus menguasai materi yang biasanya diajarkan selama empat bulan menjadi hanya dua bulan saja, “belum lagi deadline tugas yang saling berdampingan membuat kami sering begadang setiap malamnya.” Tuturnya pada Tim Sukma.

“Dan untuk harapannya, didalam perkuliahan ini kan hanya ada dua gelombang, dan seharusnya lebih siap lagi dari segi dosen ataupun mata kuliah. Boleh saja yang berat, asalkan jangan bersamaan. Misalnya, dalam sehari hanya ada mata kuliah tentang hitungan saja, kalau dalam sehari ada 3 mata kuliah dan semua hanya tentang hitungan apakah tidak membuat mahasiswanya merasa sulit untuk memahaminya” jelasnya.

Menurut Bahran, salah satu dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, perkuliahan yang berlangsung dua bulan ini bisa dikatakan bersifat emergency. Hal ini dilakukan karena gedung perkuliahan tidak mencukupi untuk menampung semua mahasiswa. Maka tidak memungkinkan untuk melaksanakan perkuliahan secara serentak. Sehingga perkuliahan harus dibagi menjadi dua gelombang dan hanya dalam jangka waktu dua bulan.

“Kita sekarang sedang dalam kondisi yang tak bisa memilih, karena semuanya penting. Perbaikan gedung itu diperlukan untuk kenyamanan perkuliahan nantinya. Adapun masalah keefektifan perkuliahan tergantung  siapa yang menyampaikan dan bagaimana penyelenggaraannya, meski satu tahun diasampaikan namun tidak pas, tetap tidak efektif. Jadi keefektifan itu tergantung orang yang melaksanakan, dikasih waktu banyak sekalipun, jika tidak dijalankan dengan baik maka tidak akan efektif juga” papar Fahmi Al Amruzi, salah satu dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.

Reporter: Asiah & Zubaidah
Sumber Foto: google
Editor: Si Mbah