TEATER AWAN KATERING KUE UNTUK KE MAKASSAR

Sumber photo: google


Terpilihnya Teater Awan sebagai perwakilan Kalsel dalam Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) ke 8 di Makassar menjadi kabar gembira bagi IAIN Antasari. Namun dibalik kegembiraan tersebut ada beberapa kendala, terutama dalam hal dana keberangkatan.
Hal ini diungkapkan sendiri oleh  Anaz sebagai stage manager, saat ditemui reporter Sukma di bawah tangga lokal Pendidikan Bahasa Arab (PBA), kamis malam (09/03). Anaz merasa kecewa terhadap pihak rektorat dan dekanat yang belum bisa memberikan talangan dana untuk keberangkatan mereka ke Makassar akhir Maret ini. 
Kali ini teater Awan akan memberangkatkan  dua puluh porsenil anggotanya ke Makassar, namun dana yang sudah terkumpul hanya cukup untuk memberangkatkan sepuluh orang dan itu hanya untuk tiket pergi ke sana tidak dengan tiket kembali.  Setidaknya Teater Awan membutuhkan dana transportasi sekitar 24 juta untuk tiket pulang pergi, dana setting 5 juta dan dana taktis 3 juta. Setidaknya teater Awan mempersiapkan dana minimal 32 juta untuk Festival kali ini.
“Dengan minimnya dana tersebut membuat anak-anak Teater Awan mencoba untuk berinisiatif dengan mengumpulkan dana dari usaha katering kue untuk dosen-dosen di IAIN Antasari dan juga dana individual seperti denda saat tidak atau terlambat latihan. Kita juga mendapat dukungan dari jurusan-jurusan berupa sumbangan walau tidak seberapa nominalnya.” Tutur Anaz malam itu.
Pihak rektorat, Mujiburrahman, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menegaskan bahwa “bukannya tidak bisa membantu, tapi dana dari pemerintah dan sumber-sumber lain belum ada. Kalau anggaran negara harus dianggarkan setahun sebelumnya, jadi kalau melapor sekarang kami tidak bisa membantu.”
Mujiburrahman juga menambahkan, “dulu ada dana hibah dari gubernur tetapi tahun kemarin tidak dapat, dan untuk tahun ini belum ada kabar, tapi kalau ada maka akan kami bagikan walau sedikit pasti dibagi dengan syarat ada kuitansi sebagai bukti.” Pungkas penulis Mingguan (Senin) Banjarmasin Post ini.

Reporter: Bleh
Editor: si Mbah

Pages