Organisasi yang telah Lama Vakum

copy right google.com

Mahasiswa Bidikmisi kini tengah disibukkan dengan aktifitas baru. Meski pencairan uang masih menunggu hitungan bulan, tapi mahasiswa yang terjaring dalam beasiswa Bidikmisi kini lebih sering terlihat kumpul-kumpul dan ngobrol santai demi membahas kegiatan yang akan mereka lakukan kedepannya. Kegiatan sekelompok mahasiswa itu terangkum dalam organisasi bidikmisi.
Bidikmisi sendiri merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2010.
Organisasi ini sesungguhnya sudah ada sejak angkatan pertama Bidikmisi masuk di IAIN Antasari. Namun akibat kevakuman sejak awal membuat organisasi ini tidak diketahui masyarakat kampus secara luas. Didukung pernyataan
Mujiburrahman, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, membenarkan terhadapkevakuman organisasi ini, "sebenarnya organisasi Bidikmisi ini sudah ada sejak angkatan pertama di tingkat institut dan anggotanya adalah perwakilan perangkatan, sekitar tahun 2010 sudah ada tapi tidak jalan. Kalaupun jalan hanya saat pengkoordinasian penerima untuk pembagian uang saja." ujarnya kepada tim Sukma saat ditemui di ruang kerja, Jum'at (03/03).
Mujiburrahman mengaku, bahwa tidak jalannya organisasi ini karena dana Bidikmisi beberapa tahun terakhir, diberikan semua kepada mahasiswa tanpa ada kegiatan dari mahasiswa yang menerima, "sebenarnya sudah beberapa kali dihimbaukan kepada mahasiswa Bidikmisi dari uang yang dibagikan digunakan untuk kegiatan organisasi pilihannya masing-masing. Namun kenyataannya hanya sebagian yang berorganisasi, sehingga menimbulkan keluhan-keluhan." tambahnya.
Sesuai kesepakatan nasional, bahwa mahasiswa Bidikmisi tidak sebatas kuliah tetapi juga perlu dibina demi keterampilan lainnya. Sehingga pembentukan organisasi ini bertujuan agar mahasiswa Bidikmisi dapat berhasil menjadi sarjana yang bukan hanya sarjana biasa namun juga memiliki pengalaman berorganisasi terutama pelatihan keterampilan yang tidak ada di kurikulum fakultasnya.
Demi meninandak lanjuti hal ini, para Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama  mendorong mahasiswa untuk membentuk organisasi dan kegiatannya sendiri  disetiap fakultas yang dikoordinir langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.
Organisasi yang baru dihidupkan lagi tahun ini dari kevakumannya bukan termasuk dalam UKM dan UKK. Mujiburrahman menegaskan bahwa organisasi tersebut langsung dibawah Rektorat setingkat Antasari Voice dan organisasi di kios kreatif dari Institut. Juga dana organisasi ini bukan dari dana DIPA, melainkan dana beasiswa Bidikmisi itu sendiri. Arah organisasinya pun ditentukan sendiri sesuai keinginan dan kebutuhan mahasiswanya.
"Kami tidak memaksakan ataupun mendikte mahasiswa harus melakukan apa atau membentuk divisi apa, kami percaya mereka adalah orang-orang cerdas yang dapat menentukan sendiri. Misalkan mahasiswa Bidikmisi fakultas dakwah ingin membentuk club film atau apapun sesuai fakultasnya.” Imbuhnya lagi.
Untuk menghidupkan kembali, organisasi ini difokuskan dari fakultas terlebih dulu agar efektif dan akan dimobilisasi di Institut apabila sudah jalan. Sebagai pihak rektorat ia mengaku telah sering menyampaikan kepada mahasiswa Bidikmisi di setiap fakultas untuk berkomitmen dan tanggungjawab terhadap uang pemerintah dan rakyat yang digunakan sesuai kegunaannya. Salah satunya dengan berkegiatan dalam organisasi.

"Tidak ada halangan dalam melakukan kegiatan, kami siap berpartisipasi tanpa memungut biaya hanya tinggal inisiatif mahasiswanya. Selama ini kegiatan mahasiswa Bidikmisi diinisiatifkan oleh pihak rektorat. Jika kami tidak menginisiatifkan maka tidak berkegiatan." tutupnya.
Nida Mufidah selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Tarbiyah mengutarakan harapannya terhadap adanya organisasi ini, "Harapannya semoga potensinya tetap baik walaupun berorganisasi, organisasinya bagus, akademiknya bagus, kemudian mempunyai bekal, sosialnya lebih baik, akademiknya pun lebih baik serta bisa terjun ke masyarakat tidak berbeda  dengan mahasiswa  yang lain." tuturnya, Selasa (28/02).
Organisasi ini pun disambut baik oleh para mahasiswa Bidikmisi salah satunya Muhammad Husaini yang merupakan salah satu mahasiswa Bidikmisi di Fakultas Tarbiyah,"pastinya senang. Karena organisasi Bidikmisi ini merupakan wadah kami untuk melakukan kegiatan yg menunjang pendidikan kami selama kuliah ini." Ucap mahasiswa jurusan PMTK 2014 ini, Kamis (02/03).

Rep: Jarwo & Lilin
Editor: si Mbah