Mahasiswa Keluhkan Kebersihan Kantin

copyright google
 BSukma. Sebut saja Ihsan, seorang mahasiswa yang belakangan mengeluh terhadap kebersihan kantin di kampus ini. Secara terbuka, Ihsan menuturkan keluhannya kepada Sukma. “pada saat mau minum, saya melihat ada kotoran cicak di dalam es batu yang sudah mencair di gelas minuman saya.” Jelasnya Jum’at sore melalui via chat. “saya langsung memberi tahu teman-teman yang lain, dan mereka langsung berhenti makan.” Lanjutnya.
Tak jauh berbeda dengan yang dialami Ihsan. Astuti yang merupakan mahasiswi semester 4 juga menemukan kejanggalan saat makan di kantin antara PSB (Pusat Pengembangan Bahasa) dan Perpustakaan Institut itu. Ia melihat bahwa sedotan yang digunakan itu tidak lagi utuh, ada kerusakan dibagian ujung sedotan, “seperti sudah dipakai sebelumnya. Dan bisa saja sedotan itu dibasuh oleh acil kantin dan digunakan lagi pada pelanggan yang lain.” Paparnya pada Sukma dengan serius. “tidak hanya itu, saya juga melihat bahwa kobokan untuk membasuh tangan itu hanya diganti airnya saja,  tidak dibersihkan dulu dengan sabun, sehingga air yang ada di dalamnya nampak berminyak. Juga, ruangan kantiinya di perluas lagi, mungkin bisa dibikin tingkat dua. Sebab yang konsumennya hampir mencakup seluruh mahasiswa IAIN tidak hanya mahasiswa tapi ada juga dosen-dosen yang makan. Kalo bisa diberi wastafel juga.”
Keluhan masih berlanjut, kali ini datang dari Mulia mahasiswi yang menyayangkan ketidak luasan ruangan kantin sehingga mahasiswa begitu berdesakan dan berdempetan. “maunya di Fakultas dakwah diadakan kantin juga, cuma Ushuludin dan Dakwah yang tidak ada kantin”, Harap gadis Fakultas Dakwah ini.
Sedikitnya ada 15 kantin yang bernaung di bawah pengelolaan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) yang terletak di antara PSB (Pusat Pengembangan Bahasa) dan Perpustakaan Institut. setiap dua bulan sekali, pihak pengelola melakukan pengecekan terhadap kebersihan lingkungan kantin dan membersihkannya secara bersama-sama.
Rahman Helmi, ketua Koperasi Pegawai Negeri (KPN), menjelaskan bahwa pihaknya hanya sebagai pengelola yang menyediakan tempat bagi para pedangan. Sehingga tidak ada petugas khusus dari KPN yang memeriksa kebersihan makanan.  Pihaknya juga menyediakan bak sampah besar, kadang juga membayar petugas kebersihan IAIN Antasari.
“Berbeda halnya kalau kami yang langsung mengelola dan menjual makanan. Maka tentu kewajiban kami memeriksa kebersihan dan kelayakan makanan yang dijual, kalau memang benar ada ditemukan kejanggalan di manakan. Nanti akan kita konfirmasi dengan pihak pedagang, kami ada forum antara pedagang dan KPN akan kami sampaikan keluhan-keluhan tersebut khususnya perbaikan kualitas makanan yang dijual, akan kami pertimbangkan hal tersebut untuk menjadi klausul tambahan dalam perjanjian sewa antara KPN dengan pedagang.” Ungkap Rahman Helmi saat dimintai konfirmasi tentang keluhan mahasiswa-mahasiswa.


Rep: Bolang, Bunga & Pian
Editor: si Mbah

Pages