SK PELAYANAN PERPUS, TERTUNDA KARENA HONOR


radar banjarmasin

Perpus diminimalisir, akibatnya segala aktivitas di perpusatakaan pusat IAIN Antasari, tidak berjalan sesuai Akreditas A dan harapan mahasiswa.

Sejak berakhirnya perkuliahan semester ganjil, mahasiswa mulai dikagetkan dengan adanya peraturan baru yang ditetapkan oleh perpustakaan IAIN Antasari. Hal ini ditegaskan Hj Nidawati selaku staf tata usaha, bahwa belum keluarnya SK Pelayanan untuk para petugas honorer maka dana yang ada tidak bisa menutupi honor pegawai pada jam tersebut. Menunggu pihak pusat bertindak dengan persoalan ini, ucapnya di ruang kerja, Kamis (23/2) kemarin lalu.

Awalnya, jadwal dan jam sesuai dengan harapan mahasiswa yang datang di hari senin sampai minggu, jam delapan sampai jam enam sore. Namun kini, jadwal perpustakaan kampus dirombak mulai dari hari senin-jumat dan awal bukanya, jam delapan pagi hingga jam empat sore.

Hal ini ditekankan oleh Nida, jangan hanya untuk meminjam atau pun menggembalikan buku dan pergi ke cafeteria saja, tolong isi presensi yang telah disediakan. Karena dapat diukur dari seberapa besar minat mahasiswa tersebut ke perpustakaan dan persoalan itu bisa saja kembali ke peraturan semula”, tambahnya. Mengenai pelayanan yang ada di perpustakaan, Nida menanggapi bahwa kesalahan ataupun kekeliruan dari petugas yang menanganinya juga terdapat pada computer, alat buatan manusia ini. Sungguh disayangkan apabila perpustakaan yang berakreditasi A ini sepi akan pengunjung dan kurangnya sarana yang lebih menunjang untuk kenyamanan pembaca, pungkasnya.

Juga dijawab oleh Aimawardah selaku pustakawan, ia berharap untuk selanjutnya mahasiswa memperhatikan presensi yang tersedia dan karena menunggu penanganan dari kantor pusat itu (red: minat pengunjung), serta absensi tersebut maka menjadi tolak ukur untuk pengaktifan kembali  perpustakaan seperti semula, jelasnya.

Sedangkan dari mahasiswa M Fauzan, mengatakan baru mengetahuinya dari hari sabtu kemarin dan mengenai jadwal ternyata perpustakaan tutup, ujarnya. Fauzan juga menanyakan, kenapa tidak seperti biasanya. (uliy/lpm-sukma)