DEBAT PASLON DEMAI DI IAIN ANTASARI

Iqbal-Sukma

       IAIN Antasari Banjarmasin kembali disibukkan dengan pesta demokrasi yang rutin diadakan setiap tahunnya. Tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, pesta demokrasi kali ini kembali diikuti oleh dua pasangan calon yang sama-sama memiliki dukungan kuat dari masyarakat kampus. Sebelum memasuki puncak pesta demokrasi yang jatuh pada tanggal 13 Februari 2017  mendatang, Panitia Pemilihan Mahasiswa Institut (PPMI) yang merupakan panitia penyelenggara Pemilihan Wakil Mahasiswa (PEMILWA)  mengadakan debat kandidat calon  Dewan Mahasiswa dan Wakilnya di Auditorium Mastur Jahri IAIN Antasari Banjarmasin, Kamis(9/2) kemarin.
     Debat pemilwa kali ini mengusung tema “Profesionalisme Birokrasi untuk Dema yang dapat Merefleksikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.” Tiap kandidat  diberi kesempatan menjelaskan tentang visi dan program kerja yang akan dicanangkan untuk satu tahun ke depan jika nanti terpilih sebagai Dema dan Wakil Dema Institut. Dalam pelaksanaanya pihak panitia membagi acara ini menjadi empat sesi.
        Pada sesi pertama, masing-masing pasangan calon dipersilahkan untuk menjabarkan visi dan misi yang berbatas waktu 3 menit untuk setiap pasangan. Kemudian pada sesi kedua  setiap panelis yakni  Willy Ramadhan yang merupakan dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari, serta Pavi Aditya Ihsan yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Antasari Banjarmasin mengajukan pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon. Selanjutnya sesi ketiga yang merupakan tanya jawab antar pasangan calon dengan masing-masing calon mendapatkan pertanyaan dari lawannya. Kemudian, sesi yang terakhir adalah sesi tanya jawab dari peserta yang hadir kepada pasangan calon yang masing-masing mendapatkan satu pertanyaan. 

      Pada pasangan urut pertama yakni Budiansyah dan Slamet Riadi yang merupakan perwakilan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan juga  Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Dengan mengusung visi dan misi IAIN Berseri (Berkarakter, Bersinergi dan berinovasi) menuju IAIN yang berkemajuan.
      Pasangan calon nomor urut satu yang sangat bersemangat ketika diwawancarai menjelaskan bahwa, mereka nantinya, jika terpilih, akan membangun budaya kritis organisasi yang dimotori oleh DEMA terpilih dengan meningkatkan kebiasaan membaca, karena dengan membaca kita bisa membuka segala pintu keilmuan dan mempelajari sejarah-sejarah yang terdahulu. yang selanjutnya\menghidupkan kembali budaya diskusi dan dialog-dialog antar mahasiswa agar kampus ini tidak membusuk. “Hal ini merupakan wujud dari visi kami yang bersinergi. Dema itu harus menjadi cerminan bagi masyarakat kampus.” Papar pasangan calon nomor urut dua pada kamis sore selepas melakukan debat kandidat.
iqbal-sukma

      Pada pasangan urut dua yakni, Abdul halim dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan Ainun Mahfuzah dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, pasangan  ini memiliki program yang mereka namai  PEKA. “Karena kata peka berawal dari pengalaman saya sewaktu menjabat di Dema FTK, dimana orang-orang disana kurang peka dengan tugas yang sedang diemban temannnya. Sehingga muncullah ide peka ini yakni peduli, aktif dan kreatif.” Ungkap Ainun, mahasisawi jurusan PGMI angkatan 2013 ini, yang ditemui seusai debat kandidat.
“Dimana kami memiliki rasa dan tujuan yang sama, yakni untuk membangun kesadaran mahasiswa saat ini. Peka itu sendiri merupakan istilah gaul yang sering diucapkan oleh mahasiswa masa kini.” tambah Halim, pemuda kelahiran kota Amuntai .
      Aditya Ihsan, yang merupakan salah satu panelis pada acara ini berharap agar pasangan Dema dan Wakil Dema terpilih nanti bisa menggalakkan kegiatan diskusi ilmiah yang dilaksanakan oleh semua lembaga kampus, pasalnya kegiatan ilmiah dewasa ini sangat minim dilaksanakan. Mahasiswa sekarang kering akan bahan bacaan. Ungkap Dosen Jurnalistik di FDK ini.
       Adin Mizwari, salah satu peserta debat kandidat berpendapat, kedua pasangan calon memiliki masing-masing perbedaan dalam visi misi yang mereka galakkan, hal ini terlihat jelas dari semenjak kampanye sampai debat pada hari ini. Ungkapnya.
“Siapapun yang terpilih kita menginginkan kemajuan yang memang benar-benar terlihat dan dirasakan oleh mahasiswa.” Harap Adin, mahasiswa jurusan Perbankan Syariah ini.(Tim-Sukma)
                

Pages