SADZALI GERAM PARKIRAN USHULUDDIN DIPENUHI MAHASISWA SYARIAH





                
foto: Yunita Sari
BSukma- Parkir kendaraan kembali menuai protes, kali ini datang dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Lahan parkir yang terbatas menjadi salah satu problematika yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan di Kampus Hijau, IAIN Antasari Banjarmasin.
Banyaknya Mahasiswa/I fakultas lain yang memarkir diparkiran Fakultas Ushuluddin membuat parkiran fakultas tersebut semakin sempit.

                 Ahmad Sadzali, dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora pun angkat suara terkait permasalahan ini. “Jadi memang masalah juga karena setiap hari problemnya area parkir terus dan jadinya saya jengkel juga gitu loh,” Ujarnya saat ditemui tim Sukma. “Sebelumnya Kasubag Fakultas Ushuluddin sempat mendatangi Fakultas Syariah untuk menyelesaikan masalah parkir yang terus-menerus terjadi, tapi tampaknya tidak berpengaruh sama sekali.” Ungkap Sadzali kesal.

 Sadzali yang kerap geram akan hal itu sampai mengusulkan kepada pihak fakultas agar memasang stiker, tujuannya untuk Mahasiswa/I supaya mampu membedakan mana yang bukan dari Fakultas Ushuluddin dan rupanya tidak ditindaklanjuti.

Karena sempitnya lahan parkir Fakultas Ushuluddin menyebabkan orang-orang Ushuluddin bingung mau parkir dimana. “Orang Ushuluddin mau parkir dimana kalau tempatnya diisi oleh fakultas lain yang kebanyakan Mahasiswa/I Fakultas Syariah,” Protesnya, “Kalau area parkir luas tidak jadi masalah,” tambahnya lagi, Kamis (17/11) pagi.

Dekan Syariah Menjawab
Menanggapi masalah tersebut, Ahmadi Hasan turut berkomentar selaku Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. “Sebenarnya ini persoalan lama terkait banyaknya Mahasiswa/I yang tiap tahunnya bertambah dan lahan parkir yang terbatas,” Ungkapnya yang tidak mengetahui adanya teguran dari Fakultas Ushuluddin. 

“Kami tidak berhak melarang orang lain, tetapi karena kondisi seperti ini maka seharusnya ada Standart Operasional Prosedure (SOP) dan perlu ada penataan yang baik serta sosialisasi kepada Mahasiswa/I,” Usulnya. 

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam ini juga berharap masalah ini ditanggapi dengan serius dan upaya kedepannya mesti ada kebijakan, tidak hanya memandangnya secara sempit serta jangan emosi agar tidak terjadi gesekan-gesekan akibat lahan parkir yang terbatas antar fakultas,” Tutupnya kepada tim Sukma, Kamis (17/11). 

Permasalahan yang terjadi antar fakultas ini, membuat Ketua DEMA Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam angkat bicara. “Dulu kita sempat melihat adanya plang: Jangan parkir sembarangan oleh Fakultas Ushuluddin, tetapi itu dulu” Ujarnya. “Kita mengakui bahwa tempat dan luas wilayah buat parkir Mahasiswa/I kita di Fakultas Syariah masih kurang memadai” Keluh Razkan Fadhil sebagai Ketua DEMA. 

“Harapan besar saya masalah parkiran masalah bersama, parkiran kita sama-sama tidak memadai baik itu parkiran Ushuluddin dan Syariah. Untuk tata letaknya pun kurang ideal karena mengganggu proses pembelajaran saat kuliah,” Begitulah harapannya kepada pihak-pihak terkait.
Rina Humaira salah satu Mahasiswi Ushuluddin yang juga merasa tenganggu dengan parkir yang berserakan di Ushuluddin turut protes, “Biasanya banyak Mahasiswa lain yang parkir di Ushuluddin, padahal sudah ditegur oleh pihak satpam, tapi masih saja hal tersebut terjadi.  Dan akhir-akhir ini sudah dipasang spanduk dari salah satu dosen Ushuluddin untuk penegasan lahan parkir, karena lahan parkir kami (Ushuluddin) sendiri juga terbilang sempit,” dan Rina berharap semoga Mahasiswa yang sering parkir sembarangan punya kesadaran akan hal ini.

Reporter: Tim– SUKMA