POLIKLINIK VAKUM, MAHASISWA IAIN HARUS SEHAT

http://www.klinikrafisa.co.id/img/slider/4th.jpg
Ilustration Picture


BSukma- Poliklinik adalah badan atau balai pengobatan umum (tidak untuk merawat atau pasien menginap). Poliklinik yang ada di IAIN Antasari merupakan fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus untuk membantu dan memudahkan mahasiswa/I dalam menunjang hidup sehat para penghuninya. Namun, sejauh ini Poliklinik tidak berfungsi terhitung sejak masuknya mahasiswa/I Tahun Angkatan 2016. Raibnya aktivitas didalam Badan Layanan Kesehatan (BLK) yang disediakan oleh Kampus IAIN membuat beberapa mahasiswa/I tidak bisa menikmati kemudahan fasilitas kesehatan tersebut. Tidak berfungsinya Poliklinik dipertegas dengan pintu bangunan yang tertutup rapat dan secarik kertas yang bertuliskan “TUTUP”.

Wahyu Nurjannah, Mahasiswi Jurusan PAI Tahun Angkatan 2015, mengaku tidak mengetahui adanya Poliklinik di IAIN Antasari. Hal ini dikarenakan pada saat Tes Kesehatan mahasiswa/I baru tahun ini tidak dilaksanakan di Polikllinik, tetapi di Asrama IV yakni Rusunawa. Meskipun yang menangani waktu itu tetap orang-orang dari Poliklinik yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, Wahyu berharap nantinya orang-orang itu tidak hanya dipekerjakan pada saat Tes Kesehatan mahasiswa/I baru saja, tetapi juga terus berkelanjutan. “Karena menurut saya, adanya Poliklinik ditengah mahasiswa/I itu sangat penting guna menjaga dan menjamin mutu kesehatan para civitas akedemik di IAIN Antasari,” ujarnya pada tim Sukma, Jum’at (2/12) sore.

Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Periode 2015-2016, Rizali Norhadi juga turut berkomentar terkait permasalahan ini, menurutnya “Mestinya Poliklinik itu menjadi gerbang awal untuk mahasiswa/I yang ingin sehat, tetapi pada kenyataannya Poliklinik sendiri tidak difungsikan sebagaimana mestinya.”

Rizali juga mengatakan bahwa “Ketika Poliklinik memasuki taraf IAIN ke UIN, otomatis semuanya berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Jadi, sangat disayangkan kalau nantinya salah satu Badan Layanan Umum yakni Badan Layanan Kesehatan ini tidak berfungsi dan hal ini bisa dijadikan orang alasan untuk menilai bahwa UIN kita ini tidak siap.”

“Jadi, bisa dibilang bahwa Poliklinik hari ini merupakan gambaran UIN akan mendatang. Maka mau tidak mau Poliklinik harus diperbaiki karena nantinya akan menjadi Badan Layanan Umum,” harapnya diakhir wawancara, Jum’at (2/12). 

Sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Sukarni menanggapi melalui wawancara dengan tim Sukma, bahwa Poliklinik masih belum beroperasi karena adanya regulasi dari Menteri Kesehatan yang mengatur tentang tata tertib Balai Pengobatan. “Dimana dalam regulasi MenKes ini ada tiga tingkatan yaitu Balai Pengobatan, Poliklinik, dan Rumah Sakit yang harus memenuhi persyaratan standar kualiffikasi,” terangnya pada tim Sukma, Jum’at (2/12).

“Dalam hal ini pihak kampus berusaha meningkatkan status dari Balai Pengobatan menjadi Poliklinik, meski masih terkendala Sumber Daya Manusia yakni Dokter. Hal ini dikarenakan pihak kampus tidak mampu membayar sejumlah biaya yang diperlukan,” tambahnya lagi.

Sukarni juga mengungkapkan bahwa pihak kampus sudah mengambil langkah terkait permasalahan ini, yaitu dengan mendatangi Rumah Sakit Ulin dan Dinas Kesehatan Pemkot Banjarmasin untuk menjalin kerjasama agar diadakannya Dokter untuk membantu di Poliklinik, meskipun belum ada tanggapan dari pihak dinas terkait. “Meskipun Poliklinik saat ini tutup, namun fungsi P3K masih tetap berjalan,” ungkapnya sebagai penutup wawancara pada tim Sukma.

Reporter: Tim-SUKMA

Pages