Senin, 10 Oktober 2016

Pers Mahasiswa Sebagai Mata dan Telinga Masyarakat

LPM SUKMA

LPM SUKMA

Sebenarnya apa yang kita lihat, apa yang kita ubah dan apa yang kita dengarkan. Pada akhirnya, kalian adalah mata dan telinga dari masyarakat itu, penerus dan langkah-langkah yang membentuk negeri.

Diskusi pinggiran yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kritis Mahasiswa (LPM SUKMA) ini menyedot perhatian mahasiswa IAIN Antasari, tepatnya mahasiswa baru di sekitar halaman PSB, Rabu (28/9) sore.

Dengan mengangkat tema ‘’Pers Mahasiswa Sebagai Mata dan Telinga Masyarakat’’. Sejumlah mahasiswa yang berkumpul dalam diskusi itu dibagi menjadi empat kelompok dari 110 insan kampus yang hadir. Kelompok pertama, membahas tentang mata atau pengawas dari masyarakat itu. Kedua, telinga rakyat artinya kalian sebagai pendengar aspirasi-aspirasi rakyat. Ketiga, mahasiswa dikatakan agen ‘perubahan’ dan apa yang diubah, apa yang kalian ubah? Terakhir, bagaimana keadaan ditengah masyarakat sebagai fasilitator antara rakyat kecil dan pemerintah, tutur Rizali Norhadi sebagai pemateri dalam diskusi.

Diskusi yang berjalan dalam waktu 2 jam ini sangat memberikan kesadaran terhadap mahasiswa yang notabene sebagai Agent Of Change adalah generasi yang didambakan oleh bangsa, sebelum saya ketemu kalian! Saya menemukan satu hal kegelisahan apa itu? Akankah saya temukan orang-orang yang pengubah negeri dan hari ini saya menemukan langsung orang-orang itu disini. Terimakasih kalian sudah mengajarkan banyak hal dan menjawab kerinduan saya, mungkin saya tidak bisa ketemu rasulullah tetapi setidaknya saya temukan umat-umat yang peduli dengan amanah Allah, ucap pemuda berpeci hitam ini.

Setelah dirundingkan selama 10 menit dari masing-masing kelompok. Rusmilawati mahasiswa Pendidikan Agama Islam angkatan 2016 ini mengatakan, kita sebagai agen perubahan tak selalu berubah secara signifikan. Ubah dulu pola pikir, misalnya didalam masyarakat masih ada yang buta huruf. Kita sebagai mahasiswa yang baik, mengajarkan hal tentang bacaan sebagaimana ia mengenal dan mampu berkembang bersama masyarakat lainnya, ungkap mila perwakilan dari kelompok satu.

Menurut Adi Iswani mahasiswa Perbandingan Agama angkatan 2016 ini mempertegas, gunanya mata itu untuk melihat. Tujuan melihat itu tuk mengawasi, mengawasi apa? Ya, mengawasi pemerintah. Karena apa, nanti seenaknya saja ia memperlakukan rakyat, beber remaja berkulit kuning ini.

Diakhir acara, rizali menutup dengan satu pesan ‘’Jaga kesehatan, jaga diskusi kalian, terus semangat karena apa? Masih banyak senyum yang belum kita ukir dan masih banyak tangis yang belum kita hapuskan, tutupnya dengan khidmat. (m rahim/lpm-sukma)

Jejak Redaksi

Labels