Mahasiswa dan Kepemimpinan

Sumber Google

Oleh : Muhammad Badaruddin
(mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan / Pendidikan Agama Islam)

Sukma - Bukan rahasia lagi, sebuah perguruan tinggi tentulah memiliki ribuan mahasiswa yang menuntut ilmu disana. Sebagai makhluk sosial, manusia sudah pasti membutuhkan yang namanya interaksi. Begitu pula halnya dengan mahasiswa disebuah perguruan tinggi, mereka membutuhkan yang namanya interaksi sosial, dan salah satunya seperti diskusi, membuat kumpulan orang-orang yang memiliki visi yang sama, bahkan membuat komunitas-komunitas dan organisasi yang dapat mewadahi tujuan mereka.

Dalam kehidupan sosial mahasiswa, ada yang disebut BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) atau DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa), SEMA (Senat Mahasiswa), HMJ, UKM dan UKK, dan banyak lagi kumpulan-kumpulan mahasiswa. Di IAIN Antasari sendiri, banyaknya organisasi tersebut diatur oleh Presiden DEMA.

Courtois berpendapat bahwa “kelompok tanpa pemimpin seperti tubuh tanpa kepala , mudah menjadi sesat, panik,kacau, dan anarkis”. Sebagai seorang Presiden (pemimpin), tentulah dia adalah orang yang hebat dalam mengorganisasikan massa, mampu bekerjasama dengan orang lain, memiliki akuntabilitas, dan dia adalah orang yang diakui oleh mahasiswa lain.

Di IAIN Antasari, salah satu syarat unuk menjadi seorang presiden haruslah mengikuti PKMD (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa tingkat Dasar). Dalam pelaksanakannya, puluhan bahkan ratusan mahasiswa mengikuti pelatihan ini. namun ketika PEMILWA RAYA diadakan, hanya satu atau dua orang yang berpartisipasi jadi calon ketua organisasi eksekutif kampus, dan tak jarang calon tunggal terpaksa menang.
Jika kita tinjau kembali, dimanakah letak kesalahannya, sistem dari rektorat kah ? salah pengkaderan kah ? atau jangan-jangan ada permainan politik kotor diantara mahasiswa sendiri ?.

Seperti yang kita ketahui, hampir semua pemimpin di negeri ini berasal dari perguruan tinggi, hanya segelintir saja yang berasal dari pengusaha. Melihat fakta tersebut, kepemimpinan mahasiswa sangatlah penting. Mahasiswa dan kepemimpinan tidak bisa dipisahkan, karena pemimpin negeri ini terlahir dari mahasiswa. Sudah saatnya mahasiswa tidak lagi apatis terhadap demokrasi kampus, karena ciri mahasiswa cerdas ialah mahasiswa yang turut andil untuk kemajuan kampus dan bangsanya.

Berat memang tanggung jawab seorang pemimpin, namun bukankah setiap kita adalah pemimpin ?. Bahkan Allah pun sudah memberikan SK kepada manusia untuk menjadi pemimpin dalam QS Al-baqarah ayat 30 yang berbunyi “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah (pemimpin) dimuka bumi”.

Tapi seperti apakah pemimpin itu ?. Ada banyak tipe kepemimpinan di dunia ini, contohnya seperti ;Otoriter,Partisipasif, Demokratis, Laissez Faire, dan lain sebagainya. Ken Blanchard berpendapat bahwa tujuan utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Pemimpin berbeda dengan manajer yang memenejemen anggotanya, meskipun menejer juga bisa menjadi pemimpin. Intinya pemimpin bukanlah bos.