Dihari Kemerdekaan, Menjadi Sejarah Baru Bagi Mahasiswa Baru IAIN Antasari

Taked by LPM SUKMA

Taked by LPM SUKMA

(OPAK atau dibilang OSPEK ini menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat, tepatnya diperguruan tinggi IAIN Antasari.)

17 Agustus ditahun 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Segala penjajahan dimuka bumi kita telah dihapuskan. Begitu juga tanggal, bulan dan tahun yang sama Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) IAIN Antasari yang akan diusung dibulan agustus mendatang, segala yang terkait dengan perpeloncoan dibumi hanguskan. 

Tepat dihari kemerdekaan 17 Agustus 2016. Kampus hijau, membuka secara langsung OPAK IAIN Antasari 2016 dengan resmi mengangkat tema “Membentuk Karakter Mahasiswa Baru Yang Berjiwa Akademis, Humanis dan Religius, Menuju IAIN Antasari yang Kompetitip, Unggul dan Berakhlak”.
Sebelum digelar OPAK tahunan ini rapat dihadiri oleh beberapa pejabat kampus diantara Wakil Rektor III Kemahasiswaan, Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema), Pejabat Poskom dan 4 Fakultas lainnya.

Dalam sambutan rektor IAIN Antasari diupacara 17 Agustusan sekaligus membuka OPAK 2016 mengatakan, ada 7326 calon mahasiswa baru yang telah mendaftar kemudian diterima menjadi sekitar 2338. Hal ini terus ditingkatkan tiap tahunnya agar meningkatkan kualitas kampus kita menuju UIN. Bahkan sudah dibuka beasiswa S-3 buat dosen, tutur Prof Akh Fauzi Aseri, MA.

Senin, tanggal 22/25 Agustus adalah hari pertama (Part 1) Khusus opak fakultas tarbiyah kemudian dilanjutkan pada (Part 2) oleh 3 fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin ini, Sabtu 27/30 di Auditorium IAIN Antasari. Seperti tahun sebelumnya, dalam rangka menyambut Mahasiswa Baru (MABA) ini ada 3 point penting yang harus diperhatikan oleh maba yakni kesehatan, bagimana ia menghadapi dilingkungan kampus baru dalam hal management keorganisasian dan juga akademik. Kedua, mengingat kemampuan atau skill juga perlu diperkenalkan agar dapat kita tampung dan mengetahui sesuai bakatnya masing-masing. Terakhir, karena esensi diperguruan tinggi kita berbasis agama maka sangatlah perlu kita tekankan dalam hal sholat dan ibadah lainnya, tutur M Abillah Ihsan selaku ketua dema.

Tidak ada perpeloncoan, tidak ada teriakan yang bersifat kekerasan mental maupun fisik, tutupnya.
Ospek? Dengan senang hati saya menjadi bagian dari perguruan ini, kita bisa mengenal banyak orang juga menambah teman baru yang disekitar. Tak hanya itu kita juga bisa bersosialisasi dalam hal membangun kerja sama dengan kelompok agar lebih disiplin, ungkap Nadia Habibah selaku Mahasiswa Baru. 

Tambahnya, mengenai perpeloncoan saya lebih berpikir positif walau ada rasa takut sedikit, namun semua itu tak menyurutkan. Karena tidak semua orang akan tega melakukan perpeloncoan sebab pasti ada orang yang menghargai orang lain. (m rahim/lpm-sukma)


Pages