Tadarus Tempat Belajar dan Mengajar Al-Qur'an

Sumber Google
Oleh: Muhammad Badaruddin
 Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam


      Alhamdulillah pada tahun ini kita masih bisa dipertemukan dengan bulan ramadhan yang penuh berkah. Bulan yang menjadi ladang amal ibadah kita, ibarat ada 12 ladang maka ladang inilah yang memiliki tanah paling gembur dan paling cepat membuat tanaman tumbuh. Pada bulan inilah kita sebagai umat muslim yang bertaqwa, sudah sepatutnya memperbanyak amal ibadah kita, salah satunya ialah tadarus Al-Qur’an.

      Melihat dari kebiasaan tadarus yang ada di mesjid dan musholla-musholla, kebanyakan dari yang mereka yang menunggu giliran membaca Al-Qur’an dengan ngobrol-ngobrol, rebahan disudut mesjid, bahkan ada yang sambil makan-makan. 

     Menelaah dari kata tadarus yang berasal dari kata “darasa” yang berarti belajar,menunjukkan bahwa tadarus itu adalah tempatnya untuk belajar dan melajarkan bacaan Al-Qur’an.

     Berbanding terbalik dengan kenyataan dikampung-kampung, seperti yang dikatakan pa Tamjid, salah seorang dosen IAIN Antasari pada ceramahnya yang mengatakan bahwa, kebanyakan tadarus yang ada dikampung-kampung itu, anak-anak yang kurang lancar bacaannya malah dilarang ikut tadarusan, padahal tadarusan itu untuk saling ajar-melajari.

     Jadi, ketika salah satu teman mengaji, teman yang lain harus menjaga dan kalau ada yang salah bacaan ataupun tajwidnya, teman yang menjaga harus membenarkan. Untuk yang dibenarkan seharusnya menerima pembetulan yang dilakukan temannya, dan jangan sampai marah. Dari situ akan terjadi suasana yang harmonis dan pada akhirnya, yang sebelum ramadhan banyak salah dalam bacaan Al-Qur’an, diharapkan sudah lebih lancar dengan ikut tadarusan seperti itu.

    Itulah tugas kita sebagai mahasiswa untuk membetulkan apa-apa yang sedikit menyimpang dari seharusnya, karena tadarus itu untuk semua kalangan, bukan cuma yang sudah lancar dan bagus suaranya saja.
     Semoga dibulan yang penuh berkah dan ampunan ini kita bisa meningkatkan ibadah kita, terutama bagi saya sebagai penulis. Wallaahu a’lam..

Pages