Rabu, 18 Mei 2016

HMI Gelar Diskusi Krisis Kelistrikan






Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kerjasama dengan SmartFM dalam menggelar Diskusi Publik dengan tema “Kemandirian dan Potensi Energi Listrik”. Pemateri yakni Ibnu Sina (WaliKota Banjarmasin), Purnomo selaku GM PLN KALSEL-TENG dengan membahas persoalan-persoalan energi  listrik diwilayah kalimantan di Aula Mastur Jahri, Selasa (10/16).

Rektor IAIN Antasari Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA membuka acara diskusi publik secara resmi dikatakan bahwa generasi muda saat ini mempunyai inisiatif dan produktif yang baik maupun organisasi dalam kampus ataupun luar seperti HMI adalah bentuk pemuda-pemuda yang membuka solusi dalam persoalan yang sudah lama kita rasakan dimasyarakat. PLN kadang tertuduh sebagai objek tersangka ditengah masyarakat mengalami krisis listrik akan tetapi sebenarnya dari pihak PLN tersebut, tujuannya untuk membangun dan memajukan masyarakatnya. Harapnya, tahun ini ada upaya dan kerjasama yang baik dari instansi terkait dalam hal memperbaiki yang telah kita rasakan dan alami selama persoalan energi listrik selama ini, tuturnya.

Purnomo selaku GM PT PLN KALSEL/TENG menegaskan bahwa listrik bagus itu apabila interkoneksi secara antar kota, provinsi atau pun antar pulau terjalin dengan baik serta apabila kemandirian itu dikatakan cukup maka sebaliknya bila tidak cukup masih belum dikatakan mandiri. Seperti itulah energy listrik, tidak ada cadangan maka akan ada pemadaman (deficit) dan hal itu terjadi dimasyarakat kita, isu kemandirian energy listrik ini difollow-up dan saat ini cadangannya mesti menunggu seratus tahun, energy baru dari 23%, ungkapnya.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, tugas pemerintah kota dalam mengurangi sampah-sampah di pasar modern tidak mau lagi menggunakan kantong plastik dan 80 rumah pakai biogas tidak memakai LPJ, warna lampu tetap baik. Potensi nuklir, dapat digunakan diwilayah kita akan tetapi tuk sementara kita memakai tenaga surya. Bahkan tenaga aslinya dari Indonesia dan Kalimantan sebenarnya dapat menggunakan hal tersebut, sangat berpotensi tetapi tuk sekarang jangan dulu dan harapan, PDKT dengan investor secara menerus dan perizinanakan kami bantu sepenuhnya, sebab secara nasional masih banyak aturan-aturan dimana hal itu semestinya kita lakukan bersama dalam kemajuan pembangkitan listrik. Kemandirian energy listrik itu tidak bias berdiri sendiri, karena harus ada penghematan dan hal itu didukung oleh masyarakat. Pemuda hari ini pemimpin besok hari, untuk mahasiswa tetap terus belajar, tutupnya.

H Luthfi Anshari selaku Ketua Umum, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)Cabang Banjarmasin mengatakan tujuan diadakan dialog publik ini untuk membangun Banua kita ini agar tidak ada lagi yang namanya mati lampu. Karena sampai saat ini dan beberapa tahun yang telah silam itu alasan PLN sama. Artinya alasannya pemeliharaan alat, tapi masih saat ini pun alasannya masih tetap sama pemeliharaan alat. Jadi harapannya ke depan dengan adanya diskusi publik ini suara kawan-kawan mahasiswa itu didengarkan artinya ide-ide kreatif itu bisa diaplikasikan.

Harapannya kedepan PLN tidak ada lagi yang namanya pemadaman listrik karena kita dari kalangan mahasiswa sangat dirugikan. Apalagi dalam pembuatan makalah, saat asyik-asyik bikin makalah tiba-tiba mati lampu, apalagi misalnya laptop/komputernya tidak sempat men-save kasihan mereka, ungkapnya.

Muhammad Abdillah Ihsan selaku Ketua Dema IAIN Antasari mengatakan tentang diskusi public ini sebenarnya bagian dari respon kawan-kawan terkait dengan krisis listrik di wilayah Kalsel. Jadi ini adalah salah satu upaya dari kawan-kawan mahasiswa dan juga bekerjasama dengan pihak- pihak yang terkait untuk mengupayakan bagaimana agar kebutuhan listrik kita kedepannya bias tidak devisit lagi. Harapannya semoga ini menjadi langkah awal artinya dari kawan-kawan baik mahasiswa maupun pemangku kebijakan pemerintah dan pihak PLN sendiri bias secepatnya bias merealisasikan apa yang sudah kita bicarakan saat ini. Artinya dengan energy terbaru bias menutupi devisit energy listrik yang sangat menjadi masalah di wilayah kita, katanya.

Proker dari pihak terkait seperti PLN dan pemerintah ini adalah bentuk pengenalan kepada mahasiswa-mahasiswa yang kurang mengetahui betul tentang hal ini, maka dari mahasiswa sendiri tidak hanya omong kosong belaka menyikapi tentang permasalahan energy listrik yang telah kita alami selama ini. Alhamdulillah acara hari ini dapat terlaksanakan agar dari pihak mahasiswa sendiri dapat memberikan ide-ide yang baik untuk mengembangkan tenaga listrik dikalimantan kita ini, tegas Muhammad Yusuf Mahasiswa  PBI Angkatan 14 seusai acara. (rahim/hiffa/rabi/lpm-sukma)

Jejak Redaksi

Labels