Sabtu, 23 April 2016

SURAT TERBUKA UNTUK LDK AMAL


(Menapak Jalan Belukar Organisasi yang Berdaulat)
Oleh: Moh Mahfud*

Saya bahagia menjadi orang yang sibuk organisasi, sibuk menjadi pengamat gerak-gerik organisasi dilingkungan IAIN Antasari. Ya, bisa dibilang detektif kacangan yang tanpa pamrih kecuali kebahagiaan setelah menemukan suatu objek yang bikin geleng-geleng otak. Setidaknya ada 19 organisasi ditingkat institut dan 20 organisasi ditingkat fakultas. Jadi keseluruhan di IAIN Antasari terdapat 39 organisasi. Angka yang fantastis! Banyaknya organisasi di IAIN justru malah tidak sebanding dengan peminatnya, jika di tahun 2015 mahasiswa baru berjumlah 2500 orang, palingan yang aktif berorganisasi 500 orang, sedangkan 2000-nya cukup kuliah saja.

Peminat organisasi semakin melempem dari tahun ke tahun, setidaknya, ada dua biangkeladi dibalik semua itu. Pertama, adalah karena mereka tidak percaya lagi sama organisasi itu. Dan kedua, adalah organisasi luar yang merusak minsed mereka. misalnya, saat Ospek tahun lalu justru ‘organisasi luar’ itu semacam singa yang kelaparan. Tahun ini mudahan tidak!

Baiklah, ketimbang saya terus menulis yang sensitivitas itu, mendingan saya akan memulai surat ini. Kepada mereka, yang menurut saya masih semu keberadaannya dilingkungan IAIN Antasari.
Kepada Yth
 Sahabat LDK Amal.
Di tempat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salah sejahtera untuk kita semua. Amin.
Semoga kita selalu menemukan jalan dari apa yang kita tuju kedepannya. Amin
Sahabat LDK Amal yang saya rindukan, maraknya isu pengurangan dana DIPA tahun ini terhadap sahabat membuat saya sedikit resah dan bertanya-tanya. Resah karena menurut saya dana itu adalah hak sahabat untuk dipergunakan setahun kedepan. Namun, saya tentu juga bertanya-tanya, “LDK Amal itu organisasi apa?” atau “Kegiatan LDK Amal itu seperti apa?”. Saya tidak mendapati jawaban karena saya tidak mempunyai kawan disana. Lalu saya buka majalah Sukma tahun lalu. Saya mendapati jawabannya. Bahwa “LDK Amal merupakan organisasi kader dakwah otonom yang bersifat Ukhwah Islamiyah dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”. Setelah membaca itu saya sedikit lega. Namun, kenyataannya saya masih bertanya-tanya, kader dakwah otonom yang seperti apa? Lah wong dalam dua tahun belakangan ini justru saya tidak ‘mencium’ dakwah sahabat dilingkungan kampus atau bisa juga kader dakwah otonom itu semacam grilya bawah tanah? Tentu itu sederet pertanyaan-pertanyaan saya belakangan ini yang muncul saat sedang berhalusinasi di WC
Maka, saya baru mengerti kenapa UKM/UKK lain dan Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ngotok mau mengurangi dana DIPA sahabat. Awalnya saya tidak setuju, namun belakangan saya sedikit ragu dengan ketidak setujuan saya itu.
Sahabat LDK Amal yang saya rindukan, tentu kenyataan-kenyataan diatas sungguh pahit dikonsumsi sahabat. Namun, saya jadi ingat salah satu ayat dalam Al-quran surah Ar-Ra’d ‘Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri mengubahnya’. Saya dan sahabat tentu hapal ayat itu. Tentu organisasi semacam sahabat bukanlah organisasi yang hanya mempunyai semboyan dan selogan. Saya yakin sahabat-sahabat LDK Amal sibuk dakwah diluar kampus, sibuk memberikan dakwah kepada masyarakat awam. Lebih baik saya husnuddzan kepada sahabat ketimbang mencibir ketidak seriusan sahabat dalam mengurus LDK Amal kedepannya. Bukankah saya bersikap baik demi kemajuan bersama?
Sahabat LDK Amal yang saya rindukan, saya sedikit risau dengan LDK Al-Ihsan (Ushuludin), LDK Nurul Fatah (Tarbiyah), LDK Al-Fatih (Syariah) dan LDK Asy-Syifa (Dakwah), saya risau karena mereka lebih ‘terlihat’ ketimbang sahabat. Jika LDK tingkat fakultas ini semacam menteri, justru mereka terkesan tidak mempunyai presiden (LDK tingkat institut). Tentu sangat risau sahabat!
Sahabat LDK Amal yang saya rindukan, saya hanya ingin berbagi disini, bahwa organisasi semacam sahabat itu bukanlah semacam FPI, HTI dan ormas lainnya. Sahabat adalah organisasi dakwah otonom yang berdaulat dan mempunyai kapasitas sebagai lembaga dakwah kampus dan tentu organisasi sahabat juga harus diperbaiki, atau berilah kesan baik kepada mereka yang terlanjur kepalang menjastifikasi tentang ketidak konsistenan yang hanya menghabiskan anggaran. Artinya, kinerja dan materi itu harus seimbang, perkara itu sudah sahabat laksanakan tetapi UKM/UKK atau Rektor III masih tukar silang pendapat mengurangi anggaran sahabat, saran saya jangan sahabat gubrisi. Mending kita menatap masa depan yang cerah, toh bikulli ro’sin ro’yun (Kepala kita berbeda-beda).
Sahabat LDK Amal yang saya rindukan, mungkin itu keresahan dan pertanyaan-pertanyaan saya. Saya mohon maaf apabila menyinggung kenyataan sahabat. Saya mohon maaf karena saya harus mengakhiri surat ini. Semoga kita semua dalam pertolongan-Nya. Amin
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
* Salah satu mahasiswa dari jurusan Perbandingan Mazhab


Jejak Redaksi

Labels