Senin, 25 April 2016

ORGANISASI BERKOSTUM, KOSTUM BERORGANISASI

Organisasi tempatnya orang yang mempunyai satu visi misi sistemik tersetruktur dalam rangka mencapai tujuan bersama. Menurut Burky dan Perry, 1998, Organisasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam orgamisasi, anda dituntut bisa menyeragamkan tujuan untuk sebuah perubahan besar yang di idamkan oleh para stake holder. Soal kendala hal yang biasa terjadi pada sebuah organisasi sebab tidak ada sesuatu yang besar melalui tahapan yang kecil
Saya jadi berkepikiran apa iya organisasi tempat orang yang mempunyai satu misi dalam rangka tujuan bersama? Soalnya begini, organisasi itu identitas. Anda memasuki organisasi untuk apa? Untuk mengenalkan anda sebagai salah satu orang berorganisasi. Bahasa singkatnya anda aktivis. Entah aktivis macam apa saya tidak mau tau
 
Istilah keren ini mulanya ditujukan kepada para pemuda yang resah terhadap keadaan lingkungan yang dipengaruhi oleh tatanan sosial yang timpang. Dulu, pada masa perjungan ada beberapa organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan dan benar-benar mewujudkan perjuangannya dalam satu misi tujuan bersama. Yaitu kemerdekaan. Pemuda itu akhirnya mendeklerasi sumpah pemuda yang oleh yudi latif disebut elang vital jiwa pemuda yang sesungguhnya. Pemuda itu sungguh nyata kiprahnya dalam roh kemerdekaan bangsa ini
 
Organisasi adalah identitas, mestinya anda percaya dengan stigmen ini. Misalnya anda ditanya dipinggir jalan tanpa memperkenalkan diri anda terhadap orang yang tidak sengaja berpapasan. Kemudian anda kercakap dengan orang-orang disekeliling anda, sedang anda memakai baju koko, berkupiah putih dan memelihara jenggot. Anda pasti di anggap kaum orgamisasi tertentu karena identitas anda ada disana. Sebelum menunjukan identitas, keseragaman anda yang dianggap pencinta sunnah rasul itu, anda sudah dikenal orang lain. Padahal anda bukan orang dalam organisasi yang sok agamis itu, cuman kebetulan pemikiran anda dalam hal berpakaian serasi dengan kelompok tertentu. Tujuannya sama dan seragam meskipun anda tidak menyatakannya didepan public jika anda masuk dalam organisasi itu.
 
Dalam dunia organisasi, memiliki dua sifat dan bentu yang mengikat yaitu formal dan informal. Sifat dan bentuk organisasi ini salah satu bagian penting adalah pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi. Cukuplah anda memastikan masuk dalam katagori yang apa.

Argiyris mengemukakan bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda : Pertama, Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka. kedua, Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal. Ketiga, Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan. keempat, Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.
 
Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tingkatan formal.
 
Perbedaan sifat dan bentuk organisasi sudahlah dapat ditentukan sendiri. Apakah anda termasuk di organisasi informal atau formal, tentukan mulai sekarang sebelum anda ditentukan oleh orang lain yang anda tidak menginginkan identitas itu. Pada contoh diatas, setidaknya anda mulai memiliki keresahan jika keseragaman pemahaman adalah pilihan dan setiap pilihan mempunyai resiko.
 
Kemudian, setelah memahami organisasi yang memiliki tujuan bersama seperti yang diungkapkan Burky dan Perri, Akan aneh jika organisasi hanya menjunjung keseragaman kostum. Ada sedikit perbedaan antara tujuan bersama dengan keseragaman tujuan. Tetapi bila anda memposisikan sama, tidak ada permasalahan hanya saja hasil yang dicapai barangkali berbeda.
 
Emang ada organisasi yang hanya menjunjung keseragaman kostum? Pada dasarnya kostum atau pakaianlah yang menentukan keberadaan ‘kebertahanan’ organisasi anda sehingga tindakan anda dikontrol melalui kostum. Maksudnya dikontrol tujuan bersama yang akan dicapai. Cuman yang paling dominan ya, pakaian atau kostumlah. Tidak percaya? Organisasi itu system structural beberapa orang, setiap system memiliki aturan yang mengikat. Misalnya anda memilih masuk perguruan tinggi islam, anda jangan coba-coba bertingkah bebas sebab kostum anda mengontrol setiap gerak-gerik anda dimanapun anda berada. Nah, itu terjadi jika orang disekitar anda mengetahui. Berbanggalah dengan kostum.
 
Selanjutnya, karena kostum atau pakaian organisasi anda bagus, sebagaimana tujuan yang akan dicapai organisasi anda mestinya beriring. Cuman yang terjadi biasanya, dikalangan organisasi kampus adalah setelah dilantik sebagai pengurus organisasi yang jadi tujuan utama adalah keseragaman kostum itu, anggota baru akan bangga jika sudah memiliki kostum organisasinya. Bahkan mereka memasuki organisasi anda bukan keseragaman tujuan organisasi yang dibangun oleh para pendiri. Misalnya organisasi dakwah, tujuannya pastinya memberi kesadaran kepada masyarakat dalam hal kebiasaan beribadah yang dianggap keliru, ya diluruskan.
 
Akhirnya saya dan anda berada dalam satu organisasi yang kita akan bangga jika berpakaian almamater. Dan kita selamanya tidak pernah memahami kenapa kita ada di organisasi itu. Bukannya kita masuk organisasi itu karena memiliki visi yang bagus. Akan lain bila karena kostumnya yang mentereng sehingga kostumlah yang berorganisasi. Apakah sudah akur!???
Oleh : Ali

Jejak Redaksi

Labels