MENULIS, KREATIVITAS SENSASIONAL PENULIS

         Sangat terasa dan di mengerti, menulis merupakan sebuah kreativitas mengolah kata jadi kalimat yang tersusun untuk memberikan informasi. ada juga mengatakan menelurkan idea kedalam bentuk tulisan. Menulis bagi Pramoediya Ananta Tour, bekerja untuk keabadian. Begitu banyak orang mengistilahkan kreativitas ini kedalam berbagai difinisi. Zainal Arifin Thoha, menerbitkan karya kreatifnya dengan judul “aku menulis, maka aku ada” sebuah turunan dari salah satu tokoh filsafat yang mengatakan “ aku berfikir, maka aku ada”

Demikian juga komentar orang ‘awam’ yang mensematkan penulis sebagai orang yang ‘berdakwah dengan pena’. Tipe manusia dimuka bumi ini terlalu banyak untuk dikelompokkan. Secara umum ada manusia yang bisa menulis, tetapi tidak bisa bicara didepan public. Pandai bicara, tapi tidak ditemukan tulisannya. Tipe ini oleh sebagian orang mengatagorikan hasil dari ‘bakat’. Saya terlalu sering mengutip pendapat Thomas Alva Adeson, yang intinya proses dan kerja keraslah segala sesuatu dapat merubah kehidupan manusia. Bukan bakat

Semenjak belajar menulis, saya awalnya bermaksud berdakwah. Segala bentuk, sifat dan jenis tulisan saya niatkan untuk berdakwah. Untuk itu saya meyakinkan kebenaran tulisan, saya mengutip ayat dan hadist nabi supaya orang yang membaca setidaknya sedetik menyetujui tulisan itu. Semacam ‘balsem’ kata KH Agus Musthofa. Tercerahkan ketika dalam keadaan memakai. Tidak hanya itu, pendapat beberapa tokoh sangat disayangkan jika terlewatkan. seperti bumbu-bumbu pada masakan, sangat indah bila banyak racikan atau seperti pelangi sehabis hujan. Mempesona sekali

Saat ini berdakwah melalui tulisan adalah perbuatan yang sia-sia sekalipun segala sesuatu tidak ada yang sia-sia menurut tuhan saat menjelaskan ciptaannya kepada manusia. Tulisan dengan penjelasan panjang lebar dianggap tidak efektif barangkali tidak berguna. Komentar kembali bertebaran. Yang paling menyakitkan itu pastinya “kamu bisa gak menulis seperti itu” ada juga yang bilang tulisan ini-itu bertele-tele, maka pantaslah jika buku penelitian awet muda kertasnya. Begitu pula komentar psikolog, tulisan yang banyak akan mengganggu psikologi pembaca, apalagi magicnya masuk maka enggan untuk berhenti bila belum selesai ke ‘tamat’. Cuma magic dalam tulisan biasanya ada pada buku “novel” pada saat bersamaan ilmu psikologi mencabik-cabik dengan segala rupa. Tentu mereka kerugian waktu, kerugian daya tahan mata, kerugian tidak bisa tidur yang kadang terbawa kedalam mimpi. Saking Dahsyatnya magicnya novel  (novel menimal 100 halaman, atau tidak selesai sekali duduk). Maka tidak heran jika banyaknya tulisan membunuhmu

Mahasiswa membaca novel dipertanyakan orang. Dunia nyata loe dimana? Atau Masih suka dunia cerita dan khayali. Anak sekolah dasar membuat novel paling kita berkomentar ‘itu bakat dari orang tuanya, keturunannya dan disangkut pautkan dengan orang lain dalam keluarganya. Padahal ia hanya bersensasi kepada orang yang lebih dewasa. Sensasinya begini“saya persembahkan karya ini kepada ayah, ibu, kakak dan sahabat-sahabat tercinta” begitu biasanya dalam persembahan dalam kata pengantarnya.

Novel Roman Pramoediya Ananta Tour sangat sulit saya pahami. tapi karena saya baca, novelnya itu telah menunda kepikunan saya terhadap sejarah Indonesia. Pergulatan karakternya yang memukai tentu bikin penasaran untuk dilepaskan begitu saja di atas meja. Lagi-lagi ini adalah sensasi. Bagaimana tidak? Dia mengalami puncak kreatif hidupnya ada didalam penjara dan mampu menghasilkan beribu halaman dengan krakter yang tidak ia lihat disekelilingnya. Nah, kita hidup bebas bukan!!!? Bersensasilah

Bersensasi tanpa mengganggu kenyamanan orang lain begitu mudah diterapkan. Ada banyak cara tentunya yang berupa tulisan. Sebab tulisan yang keliru akan dianggap beritika bila ada bantahan yang menjelaskan dengan cara tulisan pula. Imam Ghazali dianggap keliru dalam tulisannya tentang filsafat kemudian Ibnu Rusyd membantah pandangan sang Imam ini dan membenarkan jalan berfilsafat secara pandangan beliau dalam sebuah karya yang begitu fenominal di kalangan akademisi

Sensasi bagi saya tidak mesti menutupi  sesuatu  dengan menampakan keceriaan seperti para artis kita di ibu kota. Semakin berbuat sensasi, retthing di expose media semakin tinggi dan popular. Penulis yang berasal dari jurnalis bersensasi pada judul tulisan seseksi-seksinya. Tetapi sensasi adalah suatu perbuatan berbeda yang ditonjolkan secara gamblang di depan public. Jadi tampil bedalah kamu
Belajar kepada stand up komedi

Beberapa tahun ini komedi tunggal (stand up) diminati masyarakat dalam menghindari sandiwara pemerintah . lakon yang diperankan untuk menghibur secara umum kritis terhadap kehidupan social dan lingkungan. Jalan keluar menghibur sebisa mungkin membuat penonton ketawa atau mengetawainya. Penjual cerita lucu ini memiliki ciri kehasan tersendiri dan selalu inovatif

Dalam hal tulisan, saya belajar bagaimana seperti orang yang sedang stand up lepas dari segala macam beban di atas pentas. Yang penting tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Soal ada kata propaganda dalam tulisan itu berupa kekeliruan yang disengaja. System yang disepakati jika mau membantah maka pakailah tulisan pula. System betle

Namanya juga menghibur, para stand up selalu jujur terhadap keadaan. Muslim, comedian dari Madura selalu berstand up dengan mengkritisi kaumnya. Pencari besi bekas. Arie kriting dan Abdur mengkritisi ketimpangan social antara daerah Indonesia bagian barat dan timur dalam hal pembangunan, pendidikan dan semacamnya. Para stand up melepaskan kejujuran atas keindonesiaan
Jadi, bersensilah dalam menghibur

oleh : Ali

Pages