EXPO IAIN ANTASARI

Arif Rahman mahasiswa yang meramaikan Expo IAIN Antasari dengan jualan pentol bakar
Wakil Rektor III (IAIN) Antasari Banjarmasin menggelar program tahunanworkshop kewirausahaan mahasiswa yang bertemakan “spirit technopreneurship di Era MasyarakatEkonomi ASEAN (MEA)”di Aula Aswadie Syukur, Rabu (13-14/4).

Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Endri Irfanie (Juara 1 Nasional Mandiri Young Technopreneur (MYT) 2011 kategori teknologi informasi dan komunikasi) Rizki Rosyadi, S. Komdari E-commerce HIPMI dan Prof. Dr. Mujuburrahman, M.Asebagai pemateri workshop Kewirausahaan Mahasiswa.

Dalam pelaksanaan kegiatan workshop ini diikuti oleh 25 peserta dari seluruh perwakilan fakultas, pertama dari fakultas Tarbiyah 13 peserta, fakultas Syariah 12 peserta, fakultas Dakwah 8 peserta dan fakultas ushuludin dan Humaniora 8 peserta. Rangkaian kegiatan ini juga menggelar Expo Wirausaha Muda Kampus spirit menemukan bakat muda kreatif dan inovatif)

Raden Yani Gusriani SE. MM, dosen fakultas dakwah, juga pendiri dan pembinaan LP2BPI (Lembaga Pelatihan & Pelayanan Bimbingan Penyuluhan Islam) mengatakan kegiatan workshop kewirausahaan mahasiswa ini merupakan program kebijakan wakil rektor III, tujuannya agar mahasiswa bisa mandiri dan mampu bersaing dengan negara lain, juga untuk memberikan keterampilan bagaimana berwirausahaan untuk bisa bersaing di pasar MEA dan kita harus memiliki standar, standar meguasai teknologi masa kini.

Menurut Armani peserta workshop, mengenai workshop kewirausahaan mahasiswa kali ini jadi tahu tentang MEA, tentang bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia, bagaimana memajukan negara kita dari negara lain. Misal kita mencari pendapatan dari kerja pendapatan dibawah 2 juta kita tidak bisa berpatokan di situ saja, kita bisa cari cabang dengan berwirausaha dan Hasmirian Ahmada sebagai peserta juga menambahkan sedikit tentang MEA, adanya MEA kita bisa berpikir sesuai dengan era MEA itusendiri.

Mujiburrahman selaku wakil rektor III mengutip “bahwa MEA jangan hanya dianggap sebagai ancaman, dengan terbukannya ASIAN kita jangan seperti katak dalamt empurung”, tutupnya. (Masitah)

Pages