BURUKNYA DRAINASE KAMPUS HIJAU

Sumber Google

        B-Sukma,  Akhir-akhir ini hujan terus mengguyur Kalimantan selatan, terutama wilayah Banjarmasin yang tak luput dari guyurannya. Tatkala hujan datang, seketika jalanan protokol menjadi sasaran empuk genangan air. Kenapa ? karena dibeberapa ruas jalan masih adanya selokan/drainase yang kurang berfungsi dengan baik, akibatnya air hujan yang turun tidak sempat mengalir keselekon karena tersumbat. Akhrinya menggenangi jalan yang berakibat rusaknya jalan dan mesin kendaraan yang terendam.

       Tidak hanya disepanjang ruas jalan protokol sebagai contoh nyata dampak dari hujan yang berkepanjangan.Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin atau yang biasa dikenal sebagai “kampus hijau” tak luput dari sasaran banjir. Bahkan setiapkali hujan datang selalu menjadi langganannya. Karena di Institut ini, banyak selokan yang kurang difungsionalkan dengan baik,akhirnya air yang semestinya masuk keselokan malah menggenang dijalan. Akibatnya sudah dapat ditebak, hampir sebagian jalan dan lokal-lokal yang posisi bangunannya rendah menjadi tergenang air dan proses mengajar menjadi basah penuh air.
Ada beberapa titik yang menjadi sasaran saat hujan, disepanjang jalan depan perpus, PSB (Pusat Sumber Belajar),sampai depan gedung rektorat menjadi langganan banjir. Hal seperti ini selalu menjadi masalah tersendiri setiapkali hujan, tetapi masih tidak ada tindak lanjut dari pihak yang betanggung jawab mengenai tata ruang dan bangunan.

       Dari data yang didapat,luas tanah IAIN antasari sekitar 535,795 m2,padahal jika dimaksimalkan dengan luas tanah yang lumayan itu, bisa meminimalisir masalah yang selalu menjadi momok dilingkungan tersebut. Karena hampir disetiap fakultas memiliki kolam-kolam kecil yang bisa saja meluap akibat dari air hujan yang sulit mengalir,semestinya ada Master Plan jangka panjang dari pihak tata ruang dan bangunan saat membuat bangunan. Harus memperhatikan drainase supaya air bisa mengalir dengan baik dan bagaimana bangunan yang sesuai dengan kontur tanah gambut seperti di Kalsel ini. bukan hanya sekedar membangun, namun juga harus memperhatikan kondisi daerah tersebut. untuk saran terbaik saat ini, agar selokan yang tersumbat supaya bisa dikeruk agar memberi ruang jalannya air. Oleh : Fellin Deka Mawaddah

Pages