TERBIUS SUASANA PENTAS SANGGAR BAHANA

Sumber Sanggar Bahana

Sumber Sanggar Bahana
        Ruang gelap dengan beberapa titik lampu dibeberapa bagian panggung. Sorot lampu begitu tajam lalu beberapa orang bergegas lari ketengah-tengah panggung, mereka menari dengan kerlip lampu-lampu tadi, suara tangan bergemuruh menyambutnya. Ya, itu penampilan Sanggar Bahana Antasari pada acara Penampilan Triwulan ke-4 yang dilaksanakan di Auditorium IAIN Antasari (16/03/).

       Pagelaran ini menampilkan beberapa penampilan, diantaranya, Tari Tirik Lalan, Puisi Rindu Palsu dan Teater Beruang Penagih Hutang. Akhmad Ridhani Faisal (21), selaku pimpinan produksi, menjelaskan bahwa, acara ini sudah menjadi rutinitas Sangga Bahana tiap tiga bulan sekali. “Tidak hanya sebagai rutinitas, tapi kami menampilkan penampilan paling update dan tentu sangat berbeda dari penampilan sebelumnya” Ungkapnya.

       Pementasan teater yang berjudul “Beruang Penagih Hutang” naskah Anton P. Chkov yang disutradarai oleh Roy Bactiar, Naskah ini tidak membahas sosial terlalu dalam tetapi ini antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang mana antara keduanya saling membandingkan yang ini lebih baik dan yang ini lebih buruk tapi sebenarnya keduanya sama-sama memiliki keburukan, inilah yang membuat saya tertarik menggarap naskah ini dan kalau segi lamanya latihan penggarapan kurang lebih satu setengah bulan, ungkap sutradara ketika diwawancarai ditemui seusai acara.

       Persiapan tari ini hampir menyita waktu setengah bulan dengan berbagai latihan yang dibuat dan pergabungan dari anggota divisi teater, yang telah ikut serta dalam memainkan peran tari tersebut. Namun sejarah Tari Tirian Lalan ini merupakan tarian klasik, dalam tarian ini menceritakan tentang seorang raja meminta izin kepada sang pemaisuri untuk berburu ke hutan tetapi raja tidak mendapatkan izin dari sang pemaisuri. Singkat cerita sang raja akan mendapatkan izin dari permaisuri apabila memenuhi syarat yaitu pemaisuri ikut berburu, tegasnya Nor Amalia Rizkia
   
       Sementara dalam Divisi Sastra sendiri menampilkan tema Puisi ''Rindu Palsu'' karya Novisari, Esensi yang diangkat dalam tema tersebut ia katakan bahwa hal itu ditunjukan kepada seluruh kehidupan yang terkait dengan manusia, rindu palsu disini lebih menekankan kepada esensi manusia yang seringkali obral kata dan juga pamrih terhadap sesuatu yang dilakukannya, tegasnya sambil senyum.

      Adapun yang membawakan Puisi (Rindu Palsu) adalah Risa Nurhayati, menanggapi tentang puisi yang telah dibawakannya sangat bagus sekali, sebab dalam puisi yang dibawakannya merasa tertantang karena mesti melakukan peran ganda ketika diatas panggung, tetapi sudah melewatinya dengan sungguh-sungguh dan semoga saja penonton menyukai persembahan dari Divisi Sastra, SBA.

    Sementara dengan Rahmad Hidayat (21), Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Prodi Kependidikan (KI) semester IV ini sebagai penonton setia SBA merasa menikmati acara tersebut, karena suasana yang ditawarkan tidak membosankan seperti tarian ''Tari Tirian Lalan'' dengan nuansa musik yang enak, juga menambahkan terhadap puisi yang dibawakan sangat menarik apalagi bentuk penghayatan yang bagus, beda lagi dengan Teater yang begitu terkonsep sangat baik, ada sisi humor, kasarnya ada, bahkan nuansa keluarga didalamnya, paparnya. (Rahim/Nasehun/Septi).

Pages