SC mau dikurangi waktu kegiatan dimalam hari

Sumber Fahrizal

B-Sukma.Student Center atauyang biasa dikenal SC merupakan tempa tberkumpulnya organisasi (mahasiswa/i).Organisasi yang ada di SC ini terdiri dari UKM dan UKK yang dinaungilangsung oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (WR 3).
Student center ini digunakan mahasiswa aktivis mulai pukul 8 pagi sampai 10 malam. Beberapa organisasi yang aktivitasnya dimalam hari seperti sanggar, beladiri, dan sebagainya sempat diresahkan oleh sebuah kertas pengumuman. Kertas pengumuman tersebut berisikan tentang pembatasan waktu penggunaan gedung SC. Pembatasan waktu tersebut yaitu dimajukannya waktu penutupan SC dari pukul 10 malam ke pukul 9 malam.Hal tersebutmengundangkritikolehbeberapaaktivis yang organisasinya berada di gedung tersebut.
“untuk SC ditutup jam 10 malam saja kami sudah merasa kesulitan, kalau bisa SC ini ditutupnya sekitar pukul 11 atau 12 malam, dan kalau memungkinkan sampai subuh”. Ucap Ahmad Rizani, ketua umum Sanggar Bahana.
Ahmad Rizani menambahkan,hal ini dikarenakan orang-orang teater baru bisa merasakan feel saat mereka berlatih pada malam hari. Khususnya diwaktu tenang dan juga untuk menunggu semua pemain peran berkumpul yang hanya memungkinkan pada waktu malam hari. Karena kalau siang atau sore kebanyakan mahasiswa kuliah dan tidak bisa terkumpul semuanya. 
Berbanding terbalik dengan Sanggar Bahana, tanggapan dari DEMA Institut sendiri mengenai masalah ini terlihat biasa saja dan tidak terlalu ambil pusing mengenai isu ini.
Seiring dengan Bahana, Mapala sendiri sebenarnya merasakan kesulitan dalam melakukan kegiatan jika jam malam di SC dikurangi. Namun, jika memang itu yang sudah ditetapkan oleh atasan mau tidak mau mereka mengiyakan saja.
Dulunya tidak ada jam malam di SC dan mahasiswa bebas saja untuk melakukan kegiatan, tapi karena terjadi sesuatu seperti kehilangan barang-barang dan lain hal, maka diberlakukanlah jam malam. Selain itu karena dikampus-kampus lain yang menerapkan peraturan ini sudah banyak. Jadi kampus kita juga ikut menerapan peraturan pemberlakukan jam malam.
Mengenai masalah isu Student Center akan ditutupsebelum jam 10, setelah dikonfirmasi oleh tim Sukma (23/3), Mujiburrahman selakuwakilrektortiga IAIN Antasari mengatakan bahwa, isu itutidak benardan hanyaisapan jempol saja,
“isu itu mungkindisebarkanoleh orang-orang yang tidaksukadengansaya. Perihal penutupan SCsudah jelas yang tertuang dalam surat perintah. Akan tetapi kami (dengan Rektor), ada wacana untuk mahasiswi aktivis, bahwa aktivitasdimalamhariakandikurangi agar tidakterjadihal-hal yang tidakdiinginkan”. Tambahnya.
Perihal wacana Rektor tentang pembatasan jam malam bagi aktivis wanita, Ahmad Rizani selaku ketua Sanggar Bahana menanggapi bahwan, wacana tersebut tidak perlu dilakukan, menurutnya jam 10 bagi para mahasiswi itu sudah cukup dan pantas saja.
“Untuk para aktivis mahasiswi sendiri, awalnya memang sudah ada pembatasan waktu sampai ashar saja diperbolehkan tapi lama kelamaan peraturan ini mulai mengendor dan akhirnya tidak diberlakukan lagi”. Tutupnya.  (Eza/Mardha/Aminah)